RADARSITUBONDO.ID — Sementara itu, Kepala Diskoperindag Situbondo, Edy Wiyono, pelatihan melinting rokok bertujuan agar manfaat DBHCHT benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.
Program ini juga diharapkan tepat sasaran, sehingga tidak berhenti hanya sebagai kegiatan tahunan.
Edy juga menjelaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT tidak hanya difokuskan pada pelatihan lintingan rokok dan uji laboratorium.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan ekonomi daerah.
“DBHCHT dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan cukai, serta pemberantasan barang kena cukai ilegal,” tambahnya.
Menurut Edy, pemerintah daerah berkomitmen agar dana DBHCHT benar-benar mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, Pemkab Situbondo berharap masyarakat dapat mengoptimalkan peluang ekonomi dari sektor tembakau secara legal dan produktif.
“Pemerintah ingin pelaku usaha di Situbondo tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang dengan daya saing tinggi. Ini merupakan wujud nyata komitmen kami agar manfaat DBHCHT dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (rif/pri/adv)
Editor : Edy Supriyono