Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

OJK Tegaskan Komitmen Reformasi di Tengah Anjloknya IHSG 2 Februari

Bayu Shaputra • Senin, 2 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi anjloknya IHSG.
Ilustrasi anjloknya IHSG.

RADARSITUBONDO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada awal perdagangan Senin (2/2/2026).

IHSG dibuka melemah 0,28 persen di posisi 8.306,16, lalu terus mengalami tekanan hingga anjlok 4,52 persen ke level 7.948 pada pukul 09.15 WIB.

Koreksi tajam ini dipicu oleh pelemahan serentak saham-saham sektor tambang dan perdagangan emas, seiring merosotnya harga emas acuan global pada akhir pekan.

Hampir seluruh saham emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat terkoreksi signifikan, bahkan mendekati dua digit sejak awal sesi.

 Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 602 saham berada di zona merah dengan total volume transaksi mencapai 15,61 miliar saham.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp8,73 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 900.312 kali. Dampaknya, kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut menjadi sekitar Rp14.351 triliun.

Menanggapi gejolak tersebut, Pejabat Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen lembaganya untuk mempercepat reformasi pasar modal.

Friderica yang efektif menjabat sejak 31 Januari 2026 memaparkan delapan langkah strategis untuk memperkuat integritas dan stabilitas bursa saham nasional.

 Baca Juga: Pivot Andalan Timnas Futsal Indonesia Tumbang, Ini Alasan Evan Soumilena Absen di Piala Asia

Salah satu fokus utama OJK adalah peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar, antara lain melalui kebijakan peningkatan minimal free float menjadi 15 persen serta optimalisasi peran liquidity provider.

Kebijakan ini juga diarahkan untuk memperbesar keterlibatan investor institusional, termasuk asuransi dan dana pensiun milik pemerintah.

Selain itu, OJK akan memperketat kewajiban keterbukaan informasi terkait identitas pemilik akhir saham emiten. Perusahaan efek diwajibkan memperkuat proses uji tuntas serta memastikan kualitas data agar transparansi kepada publik tetap terjaga.

Friderica memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tubuh OJK. Ia menegaskan seluruh kebijakan dan program kerja tetap berjalan sesuai mandat yang ada.

Penunjukan Friderica dilakukan menyusul pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi OJK dan BEI di tengah tekanan berkepanjangan terhadap IHSG.

Dalam waktu dekat, OJK dan BEI juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin sore.

Ke depan, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif sepanjang pekan pertama Februari 2026. Tekanan pasar berasal dari kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari potensi partial shutdown pemerintah Amerika Serikat hingga dinamika internal pasar keuangan nasional.

Editor : Ali Sodiqin
#ojk #IHSG anjlok