RADARSITUBONDO.ID - Bulan suci Ramadan selalu identik dengan aneka takjil manis untuk berbuka puasa. Salah satu yang tak pernah kehilangan penggemar adalah kolak pisang. Sajian hangat berbahan dasar pisang kepok, santan, dan gula merah ini menjadi pilihan favorit masyarakat untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Rasa manis legit berpadu kuah santan gurih menjadikan kolak pisang cocok disantap saat waktu berbuka tiba. Tak heran jika setiap Ramadan, pedagang kolak pisang mudah ditemui di berbagai sudut kota, mulai dari pinggir jalan hingga area permukiman.
Baca Juga: ByteDance Luncurkan Doubao 2.0: Pesaing Berat GPT 5.2 dengan Harga Kali Lebih Murah
Modal Terjangkau
Kolak pisang dinilai sebagai salah satu menu takjil dengan potensi keuntungan menjanjikan. Selain proses pembuatannya relatif mudah, bahan bakunya pun gampang diperoleh. Pisang kepok tersedia sepanjang tahun dengan harga yang cenderung stabil, berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.
Kombinasi harga bahan yang terjangkau dan minat pasar yang tinggi membuat margin keuntungan cukup menarik. Inilah yang membuat banyak pelaku usaha musiman memilih kolak pisang sebagai menu andalan selama Ramadan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Polres Situbondo Gencar Sikat Judi Togel, Penjual HK Diciduk di Warung
Kualitas Bahan Jadi Penentu Rasa
Untuk menghasilkan kolak pisang yang nikmat, pemilihan bahan menjadi kunci utama. Pisang kepok yang matang sempurna dengan tekstur padat lebih disarankan agar tidak mudah hancur saat direbus.
Penggunaan santan kental akan menghasilkan kuah yang lebih creamy dan gurih. Sementara gula merah asli memberikan aroma khas serta warna cokelat kemerahan yang menggugah selera. Perpaduan bahan berkualitas akan menjaga cita rasa tetap konsisten di setiap porsi.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemerintah Kabupaten Situbondo Kebut Bantuan Korban Banjir dan Longsor
Kemasan dan Waktu Jual Menentukan
Selain rasa, kemasan juga berperan penting dalam menarik pembeli. Wadah plastik bening berukuran 300 hingga 500 mililiter dengan tutup rapat dinilai praktis dan aman untuk dibawa pulang. Penyajian dalam kondisi hangat juga menjadi nilai tambah karena memberikan sensasi berbuka yang lebih nikmat.
Dari sisi pemasaran, harga jual umumnya dipatok antara Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per porsi, menyesuaikan lokasi dan ukuran kemasan. Area strategis seperti pinggir jalan raya, dekat masjid, atau kompleks perumahan menjadi titik potensial, terutama pada pukul 16.00 hingga 18.00 menjelang azan magrib.
Baca Juga: Prabowo Bertolak ke AS, Siap Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan Trump
Variasi Menu Bikin Pembeli Kembali
Agar tidak monoton, pedagang dapat menambahkan variasi seperti kolang-kaling atau ubi sebagai pelengkap. Inovasi sederhana ini terbukti mampu menarik minat lebih banyak pelanggan.
Namun demikian, konsistensi rasa dan kebersihan tetap menjadi faktor utama. Pelanggan cenderung kembali membeli jika kualitas terjaga dari hari ke hari. Dengan strategi yang tepat, kolak pisang tak hanya menjadi menu berbuka favorit, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan selama Ramadan.
Editor : Ali Sodiqin