Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Es Campur Takjil Ramadan, Minuman Segar dengan Margin Keuntungan Menggiurkan

Bayu Shaputra • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:00 WIB

Ilustrasi menyantap es campur.
Ilustrasi menyantap es campur.

RADARSITUBONDO.ID - Ramadan 2026 tinggal menghitung hari. Seiring datangnya bulan suci, geliat usaha kuliner musiman kembali menggeliat, terutama di sektor takjil.

Setiap sore menjelang waktu berbuka, masyarakat berbondong-bondong mencari hidangan segar untuk melepas dahaga. Di antara deretan menu takjil, es campur kembali menjadi primadona.

Minuman segar dengan aneka isian ini dikenal sebagai salah satu produk dengan perputaran uang tercepat selama Ramadan. Selain bahan bakunya relatif terjangkau, proses pembuatannya pun praktis dan tidak memerlukan peralatan rumit. Tak heran jika banyak pelaku usaha rumahan menjadikan es campur sebagai menu andalan.

 Baca Juga: Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun, Hollywood Berduka

Modal Terjangkau

Untuk memulai usaha es campur, modal awal tergolong ramah di kantong. Dengan dana sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, pelaku usaha sudah dapat memproduksi 30–40 porsi. Harga jual yang berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per cup membuat margin keuntungan cukup menjanjikan.

Jika diasumsikan modal Rp350 ribu untuk 40 porsi dan harga jual Rp12 ribu per cup, omzet harian bisa mencapai Rp480 ribu. Artinya, potensi laba bersih sekitar Rp130 ribu per hari. Dalam 30 hari Ramadan, keuntungan bisa menembus lebih dari Rp3 juta hanya dari satu jenis produk.

 Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Tarawih Dimulai Selasa Malam

Fleksibel dan Mudah Dikreasikan

Keunggulan es campur terletak pada variasi isinya. Penjual dapat menyesuaikan bahan dengan anggaran yang tersedia. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain:

Kemasan transparan menjadi nilai tambah tersendiri. Tampilan warna-warni dari campuran buah dan topping mampu menarik perhatian calon pembeli, terutama saat dipajang di lapak takjil.

 Baca Juga: Sidang Isbat Digelar Malam Ini, Awal Ramadan 1447 H Diumumkan Pukul 19.05 WIB

Lokasi dan Tampilan Jadi Kunci

Pemilihan lokasi berjualan sangat menentukan. Area dekat masjid, depan perumahan, atau sentra pasar takjil menjadi titik strategis. Waktu penjualan paling efektif biasanya dimulai pukul 16.00 hingga 18.30, ketika minat beli masyarakat sedang tinggi.

Agar mampu bersaing, penjual disarankan menjaga kebersihan lapak dan menata display secara rapi. Penambahan topping modern juga bisa menjadi pembeda di tengah persaingan. Di era media sosial, tampilan produk yang menarik berpotensi dipromosikan secara gratis oleh pelanggan melalui unggahan di Instagram maupun TikTok.

Bisnis es campur selama Ramadan bukan hanya peluang musiman, tetapi juga bisa menjadi ajang belajar berwirausaha dengan risiko relatif kecil. Bermodal dapur rumah dan lokasi sederhana di depan rumah, pelaku usaha sudah dapat meraup keuntungan yang cukup menjanjikan.

Editor : Ali Sodiqin
#Takjil Ramadan #Es campur