RADARSITUBONDO.ID – Program Voucher Usaha (Vorsa) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai masih belum maksimal dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Dari sekitar 1.500 pelaku usaha yang mengajukan, hanya lima orang yang berhasil mencairkan pinjaman.
Sekretaris Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Andi Jaka Setiawan, mengatakan penyerapan Program Vorsa UMKM sejauh ini masih rendah. Sejak beberapa bulan diluncurkan, baru lima orang yang mendapatkan pencairan. “Untuk tahun 2025 ada dua orang yang cair, sedangkan di awal tahun 2026 ada tiga orang. Jadi total baru lima orang,” katanya, Kamis (19/2).
Dia menambahkan, terdapat sejumlah kendala yang menghambat jalannya program tersebut sehingga belum mampu menyerap seluruh pengajuan pelaku usaha. Salah satunya adalah persoalan riwayat pinjaman pemohon. “Kenapa hanya sedikit yang bisa cair, karena masih banyak masyarakat memiliki tanggungan di bank lain sehingga tidak bisa diproses,” tambahnya.
Jaka menjelaskan, sekitar 1.400 lebih pelaku usaha telah mengajukan melalui website Diskoperindag. Namun hanya sebagian kecil yang lolos karena seluruh persyaratan mutlak berada di pihak perbankan. “Kendala utamanya adalah BI checking, sehingga sulit untuk lolos mendapatkan permodalan tersebut,” jelasnya.
Dari total anggaran sekitar Rp 3 miliar, hanya segelintir pelaku usaha yang mampu menyerap dana. Karena itu, Diskoperindag berencana menambah kerja sama dengan beberapa perbankan agar penyaluran tidak terhambat. “Pinjaman maksimal Rp 20 juta per orang dengan jangka waktu dua tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Razek, salah satu pelaku UMKM, mengaku hingga kini belum banyak pelaku usaha yang benar-benar merasakan manfaat Program Vorsa. Menurutnya, sejak awal pengajuan sudah dihadapkan pada persyaratan yang dinilai rumit sehingga banyak pelaku UMKM enggan mengajukan.
“Program Vorsa UMKM ini sebenarnya sangat bagus dari bupati. Namun kalau aturannya terlalu rumit seperti ini, jelas tidak akan terserap,” kata Razek.
Dia juga menyebut terdapat sekitar 1.500 lebih pelaku UMKM yang telah mengajukan pinjaman Vorsa, namun yang dinyatakan lolos hanya sekitar tiga orang dan belum semuanya menerima pencairan. “Teman saya ada yang lolos karena sudah melunasi utang di perbankan, tapi sampai sekarang katanya juga belum cair. Ini yang jadi pertanyaan, kapan pencairannya dan bagaimana solusi bagi UMKM yang tidak lolos, ”inbuhnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono