Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bupati Yusuf Rio Prihatin! Ribuan Daftar, Vorsa UMKM Situbondo Baru 5 yang Cair

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 22 Februari 2026 | 20:13 WIB

PELAKU USAHA: Beberapa pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di area alun-alun saat car free day pada hari libur, belum lama ini.
PELAKU USAHA: Beberapa pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di area alun-alun saat car free day pada hari libur, belum lama ini.

RADARSITUBONDO.ID – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa program voucher usaha Vorsa untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum terserap secara maksimal. Program yang diharapkan memberi dampak besar bagi pelaku usaha itu terkendala sistem, sehingga realisasinya masih sangat minim.

Bupati yang akrab disapa Rio tersebut menyampaikan, dari ribuan pendaftar Vorsa UMKM, hingga saat ini baru lima orang yang berhasil mencairkan pinjaman. Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan karena serapannya masih jauh dari harapan.

“BI checking istilahnya. Kadang namanya dipakai orang lain atau hanya dipinjam. Itu yang membuat banyak pengajuan tidak bisa diproses dan itu menyedihkan. Saya juga sudah sampaikan ke Komisi XI,” katanya.

Menurutnya, aturan yang berlaku memang mengharuskan calon penerima tidak memiliki catatan pinjaman bermasalah. Jika masih terdapat tanggungan atau catatan BI checking, maka pengajuan otomatis tidak dapat diproses. Hal itu menjadi kendala utama, mengingat banyak pelaku UMKM memiliki pinjaman sebagai modal usaha.

“Tidak bisa, karena memang aturannya seperti itu. Kalau ada BI checking atau catatan pinjaman, tidak bisa mengajukan lagi,” tambahnya.

Rio menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan agar ada kebijakan yang lebih fleksibel, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki pinjaman kecil, misalnya di bawah Rp1 juta, agar tetap bisa mengakses program tersebut. “Kami berharap ada pertimbangan. Misalnya yang punya tanggungan di bawah satu juta rupiah bisa dihapus atau diberi keringanan. Apalagi UMKM menjadi program prioritas presiden dan juga prioritas Rio–Ulfi,” jelasnya.

Dia menekankan komitmennya untuk terus memperjuangkan program tersebut karena dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah. Menurutnya, jika sistem dapat diatur ulang, maka serapan Vorsa UMKM bisa meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya akan terus perjuangkan Vorsa UMKM ini. Harapannya ada mekanisme baru sehingga pinjaman kecil bisa dihapus. Kalau rakyat punya pinjaman lima juta lalu meminjam 20 juta untuk usaha, uangnya juga tidak akan ke mana-mana, tetap berputar di daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Andi Jaka Setiawan, mengatakan penyerapan Program Vorsa UMKM sejauh ini masih rendah. Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, total baru lima orang yang mendapatkan pencairan. “Untuk tahun 2025 ada dua orang yang cair, sedangkan di awal 2026 ada tiga orang. Jadi totalnya baru lima orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejumlah kendala masih menghambat jalannya program, di antaranya BI checking dan faktor administrasi, sehingga belum mampu menyerap seluruh pengajuan pelaku usaha. “Kenapa hanya sedikit yang bisa cair, karena masih banyak masyarakat memiliki tanggungan di bank lain sehingga tidak bisa diproses,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Diskoperindag Situbondo #Mas Rio #umkm indonesia