RADAR SITUBONDO - Pergerakan harga emas perhiasan pada Selasa (3/3/2026) pagi menunjukkan dinamika di tengah gejolak pasar global akibat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Data terbaru mencatat harga emas perhiasan stabil di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, sementara Laku Emas justru mencatatkan penguatan harga di hampir seluruh kadar karat.
Kondisi ini tak lepas dari sentimen geopolitik yang mengangkat permintaan aset safe haven seperti emas.
Ketidakpastian akibat eskalasi konflik AS–Israel vs Iran mendorong investor global berhati-hati, yang biasanya berimbas pada harga emas dunia naik, karena emas menjadi pelindung nilai di tengah risiko geopolitik.
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia (Stabil)
Berikut daftar harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia per gram:
- 24 Karat: Rp 2.600.000 (Stabil)
- 23 Karat: Rp 2.288.000 (Stabil)
- 22 Karat: Rp 2.188.000 (Stabil)
- 21 Karat: Rp 2.083.000 (Stabil)
- 20 Karat: Rp 1.983.000 (Stabil)
- 19 Karat: Rp 1.882.000 (Stabil)
- 18 Karat: Rp 1.785.000 (Stabil)
- 17 Karat: Rp 1.684.000 (Stabil)
- 16 Karat: Rp 1.584.000 (Stabil)
- 15 Karat: Rp 1.486.000 (Stabil)
- 14 Karat: Rp 1.386.000 (Stabil)
- 13 Karat: Rp 1.286.000 (Stabil)
- 12 Karat: Rp 1.188.000 (Stabil)
Harga stabil di gerai ini mencerminkan strategi penetapan harga yang konservatif di tengah dinamika pasar global dan tak berubah signifikan pagi ini.
Harga Emas Perhiasan di Hartadinata Abadi (Stabil)
Di Hartadinata Abadi, harga emas perhiasan juga tercatat stabil:
- 22 Karat: Rp 2.884.000 (Stabil)
- 20 Karat: Rp 2.828.000 (Stabil)
- 17 Karat: Rp 2.520.000 (Stabil)
- 16 Karat: Rp 2.380.000 (Stabil)
- 9 Karat: Rp 1.596.000 (Stabil)
- 8 Karat: Rp 1.470.000 (Stabil)
- 6 Karat: Rp 1.260.000 (Stabil)
Stabilnya harga di sini memperlihatkan respons hati-hati pelaku pasar terhadap tren global.
Harga Emas Perhiasan di Laku Emas (Naik)
Berbeda dengan dua gerai lainnya, Laku Emas mencatat kenaikan harga pada seluruh kadar:
- 24 Karat: Rp 2.663.000 (Naik Rp 32.000)
- 23 Karat: Rp 2.290.000 (Naik Rp 28.000)
- 22 Karat: Rp 2.190.000 (Naik Rp 27.000)
- 21 Karat: Rp 2.094.000 (Naik Rp 24.000)
- 20 Karat: Rp 1.993.000 (Naik Rp 25.000)
- 19 Karat: Rp 1.892.000 (Naik Rp 24.000)
- 18 Karat: Rp 1.790.000 (Naik Rp 22.000)
- 17 Karat: Rp 1.689.000 (Naik Rp 21.000)
- 16 Karat: Rp 1.588.000 (Naik Rp 19.000)
- 15 Karat: Rp 1.489.000 (Naik Rp 18.000)
- 14 Karat: Rp 1.389.000 (Naik Rp 17.000)
- 13 Karat: Rp 1.290.000 (Naik Rp 16.000)
- 12 Karat: Rp 1.188.000 (Naik Rp 16.000)
Kenaikan harga ini, terutama pada kadar tinggi seperti 24 Karat, mencerminkan lonjakan permintaan investor yang mencari aset aman di tengah risiko geopolitik yang meningkat.
Geopolitik dan Harga Emas: Keterkaitan yang Kuat
Harga emas secara global cenderung bergerak mengikuti sentimen geopolitik.
Ketika konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, meningkat, investor biasanya mengalihkan modalnya ke safe haven seperti emas.
Permintaan yang meningkat ini berpotensi mendorong harga emas dunia naik.
Analis menyebutkan bahwa eskalasi konflik bisa membuat harga emas mencapai level tertinggi selama periode ketidakpastian.
Konflik ini juga berdampak pada pasar energi global, di mana harga minyak melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak pun dapat mendorong inflasi global, yang kemudian memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai (hedge).
Tips Pantau Harga Emas
Bagi calon pembeli, investor, atau masyarakat umum yang ingin melakukan transaksi emas perhiasan, tren seperti ini menggarisbawahi pentingnya update harga secara berkala.
Sebab, meskipun harga di beberapa gerai stabil, sentimen global dapat dengan cepat mengubah arah pasar.
Berikut beberapa tips penting:
- Pantau Harga Harian: Cek harga emas dari beberapa sumber toko atau platform online sebelum membeli atau menjual.
- Perhatikan Geopolitik: Ketegangan global bisa memicu kenaikan mendadak pada harga emas.
- Penilaian Investasi: Emas sering dianggap aman saat pasar saham atau ekonomi global tidak stabil. (*)