Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kg di Ramadan, Sempat Turun Dua Hari Lalu Naik Lagi

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:37 WIB

MELAYANI: Pedagang mengambil bahan pokok yang akan dibeli konsumen di Pasar Tradisional Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, belum lama ini.
MELAYANI: Pedagang mengambil bahan pokok yang akan dibeli konsumen di Pasar Tradisional Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, belum lama ini.

RADARSITUBONDO.ID - Harga cabai rawit terus melonjak selama bulan Ramadan hingga menembus Rp 120 ribu perkilogram. Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya permintaan saat bulan Ramadan. Ditambah lagi cuaca ekstrem hujan yang terus-menerus mengguyur sehingga banyak tanaman cabai. Pasokan pun berkurang.

Keterangan yang dikumpulkan Koran ini, harga cabai sempat turun ke angka Rp 80 ribu perkilogram. Namun, penurunan tersebut hanya berlangsung sekitar dua hari sebelum kembali merangkak naik hingga mencapai Rp 120 ribu perkilogram. “Perkiraan hanya dua hari harga cabai turun. Setelah itu kembali naik sampai sekarang. Hari ini saya menjual cabai di harga Rp 120 ribu perkilogram,” kata Bu Nur, salah satu pedagang cabai di pasar tradisional, Kamis (5/3).

Dia menambahkan, harga tersebut sudah mengikuti harga dari pemasok. Meski menjual dengan harga tinggi, keuntungan yang diperoleh pedagang relatif kecil karena harus berbagi margin dengan tengkulak. “Itu sudah dari kulakannya segitu. Kami sama-sama hanya mendapat untung kecil yang dibagi dengan tengkulak,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Bu Juhairiyah, mengatakan hal serupa. Menurutnya, kenaikan harga cabai tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan bahan pokok saat Ramadan. “Kalau sudah memasuki bulan Ramadan, pasti harga bahan pokok naik, apalagi cabai yang memang sekarang sedang mahal,” ujarnya.

Dia memperkirakan harga cabai masih berpotensi tinggi hingga menjelang hari raya Idul Fitri karena permintaan akan semakin meningkat. “Biasanya menjelang Lebaran peminatnya lebih banyak, jadi harga bisa semakin mahal. Semua tergantung stok di tengkulak. Kalau dari petani stoknya banyak, harga bisa turun. Kalau sedikit, ya tetap mahal,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu petani cabai, Pak Ruslan mengatakan harga cabai di tingkat petani saat ini mencapai Rp 80 ribu perkilogram. Kenaikan harga di tingkat petani turut memengaruhi harga jual di pasar. “Harga di pasar naik karena di petani juga naik. Tengkulak tentu mengambil keuntungan dari situ,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini juga dipengaruhi cuaca yang dalam beberapa pekan terakhir didominasi hujan hampir setiap malam. Akibatnya, banyak tanaman cabai terserang penyakit dan mengalami kerusakan sehingga stok berkurang. “Banyak tanaman cabai rusak akibat hujan yang turun hampir setiap malam. Dampaknya, produksi berkurang dan harga naik,” imbuhnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #cabai rawit