Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jelang Lebaran, Harga Sembako di Situbondo Masih Tinggi, Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu per Kg

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 16 Maret 2026 | 17:16 WIB

DEPAN KIOS: Seorang pembeli saat memilih bahan pokok di salah satu kios di Pasar Panji, Kecamatan Panji, Senin (16/3).
DEPAN KIOS: Seorang pembeli saat memilih bahan pokok di salah satu kios di Pasar Panji, Kecamatan Panji, Senin (16/3).

RADARSITUBONDO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Situbondo masih terpantau tinggi.  Belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena kebutuhan meningkat menjelang Lebaran.

Suci, salah satu pembeli sembako, mengaku tetap harus membeli kebutuhan pokok meskipun harganya mahal karena menjadi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya harus mengurangi jumlah belanja. “Karena harganya mahal, saya tidak membeli satu kilogram. Paling hanya seperempat saja, jadi harus mengurangi belanja,” katanya, Senin (16/3).

Dia mengaku hampir setiap tahun menghadapi kondisi serupa ketika memasuki bulan Ramadan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Harga sejumlah bahan pokok biasanya mengalami kenaikan, meski ada yang turun namun tidak terlalu signifikan. “Saat ini saya hanya memakai cabai hijau. Memang tidak terlalu pedas, tapi yang penting harganya lebih murah,” imbuhnya.

Beberapa komoditas bahan pokok yang masih bertahan dengan harga tinggi di antaranya cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serta telur. Para pedagang menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir dan hingga kini belum mengalami penurunan signifikan.

Keadaana ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan warga menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. “Untuk harga cabai rawit merah kemarin sempat lebih dari Rp110 ribu per kilogram. Sekarang turun sedikit menjadi sekitar Rp 90 ribu per kilogram,” kata Mita, salah satu pedagang di Pasar Panji.

Dia menambahkan, harga Bawang Merah masih bertahan di kisaran Rp35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut belum mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelum bulan Ramadan yang masih berada di bawah Rp30 ribu per kilogram. “Permintaan jelas meningkat karena mendekati Lebaran, sementara pasokan tidak sebanyak biasanya. Itu yang membuat harga masih tinggi,” tambahnya.

Menurut Mita, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Banyak pembeli akhirnya mengurangi jumlah belanja atau memilih bahan yang harganya lebih terjangkau. “Ya bagaimana lagi, kalau kami menjual di bawah harga tentu pedagang juga rugi. Kami sama-sama mencari keuntungan,” jelasnya.

Sementara itu, Koran Jawa Pos Radar Situbondo belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Dinas Koperasi dan Perdagangan terkait langkah dan upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Saat dihubungi melalui telepon dan WhatsApp, pihak terkait belum memberikan jawaban. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #lebaran #sembako