Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

KOSPI Hari Ini Anjlok Tajam Imbas Geopolitik

Agung Sedana • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:50 WIB

Ilustrasi saham KOSPI.
Ilustrasi saham KOSPI.

RADARSITUBONDO - Indeks saham Korea Selatan, KOSPI, kembali menjadi sorotan pasar global setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Per 23 Maret 2026, indeks KOSPI tercatat turun signifikan hingga 6,49% dan ditutup di level 5.405,75, menjadi salah satu penurunan harian terdalam bulan ini. 

Penurunan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada sentimen investor global. Kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi serta potensi krisis yang lebih luas membuat investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti saham.

Tekanan Global Picu KOSPI Anjlok

Gejolak geopolitik menjadi faktor utama yang mengguncang pasar. Ketegangan antara negara-negara besar yang berpotensi menyerang fasilitas energi di kawasan Teluk menyebabkan ketidakpastian tinggi di pasar keuangan. 

Dampaknya tidak hanya dirasakan di Korea Selatan. Bursa Asia secara keseluruhan kompak melemah, dengan KOSPI mencatat penurunan paling dalam dibanding indeks lain di kawasan. 

Selain itu, nilai tukar won Korea juga melemah hingga menyentuh level terendah sejak 2009, menambah tekanan terhadap pasar saham domestik.

Penurunan KOSPI juga dipengaruhi oleh anjloknya saham-saham unggulan, terutama sektor teknologi. Perusahaan besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami penurunan signifikan, seiring aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Data menunjukkan investor asing melepas saham dalam jumlah besar, sementara investor ritel justru melakukan aksi beli untuk memanfaatkan harga murah. 

Tren Maret 2026: Super Volatil

Sepanjang Maret 2026, pergerakan KOSPI memang terbilang ekstrem.

Fluktuasi tajam ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase ketidakstabilan tinggi.

Sebelumnya, KOSPI sempat mencetak sejarah dengan menembus level 6.000 poin pada Februari 2026, didorong oleh reli saham semikonduktor dan optimisme terhadap industri kecerdasan buatan (AI). 

Namun, setelah mencapai puncak tersebut, pasar mulai mengalami koreksi tajam akibat tekanan eksternal, terutama dari faktor geopolitik dan harga minyak dunia.

Meski demikian, secara tahunan KOSPI masih mencatat kinerja positif dan tetap berada di level tinggi dibanding awal tahun.

Editor : Agung Sedana
#kospi index