Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Saham BUMI Melonjak 7 Persen di Awal Pekan, Didorong Aksi Beli dan Kinerja Positif

Agung Sedana • Senin, 6 April 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi saham naik. (FOTO: Radar Situbondo/ AI Generated)
Ilustrasi saham naik. (FOTO: Radar Situbondo/ AI Generated)

RADARSITUBONDO - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penguatan signifikan pada awal perdagangan Senin, 6 April 2026. Hingga sekitar pukul 09.23 WIB, saham emiten tambang batu bara ini berada di level Rp244 per saham atau naik 7,02 persen.

Kenaikan harga saham BUMI terjadi seiring tingginya aktivitas perdagangan. Tercatat sebanyak 1,71 miliar saham telah ditransaksikan dengan frekuensi 29.122 kali dan nilai transaksi mencapai Rp412,9 miliar, menunjukkan minat pasar yang cukup besar terhadap saham ini.

Penguatan saham BUMI didorong oleh aksi beli investor dalam jumlah besar. Berdasarkan data perdagangan, saham ini mencatatkan net buy sekitar Rp75,1 miliar, menjadikannya salah satu saham dengan pembelian bersih tertinggi pada sesi tersebut.

Menariknya, tren akumulasi sudah terlihat sejak pekan sebelumnya. Pada Kamis, 2 April 2026, saham BUMI sempat terkoreksi 4,20 persen, namun investor asing justru membukukan pembelian bersih, yang mengindikasikan adanya kepercayaan terhadap prospek jangka menengah emiten ini.

Baca Juga: Saham BREN Anjlok 15 Persen! Ini Penyebab Tekanan pada Emiten Barito Renewables EnergyBaca Juga: Saham BREN Anjlok 15 Persen! Ini Penyebab Tekanan pada Emiten Barito Renewables Energy

Dari sisi fundamental, Bumi Resources juga mencatatkan kinerja yang membaik. Perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$81 juta atau sekitar Rp1,35 triliun sepanjang 2025, meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$67,5 juta.

Perbaikan kinerja ini tidak lepas dari langkah restrukturisasi yang dilakukan perseroan, termasuk kuasi reorganisasi yang bertujuan menghapus akumulasi rugi. Sebelumnya, per 31 Desember 2024, perusahaan masih mencatatkan defisit hingga US$2,28 miliar.

Melalui kuasi reorganisasi, BUMI mengeliminasi defisit tersebut dengan memanfaatkan agio saham, yakni selisih antara setoran modal dan nilai nominal saham. Langkah ini membuat posisi keuangan perusahaan menjadi lebih sehat, tercermin dari saldo laba ditahan sebesar US$81 juta per akhir 2025.

Manajemen BUMI menyatakan bahwa tujuan utama dari langkah tersebut adalah memperbaiki struktur keuangan agar perusahaan memiliki peluang untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham di masa mendatang.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari agenda korporasi yang akan digelar dalam waktu dekat. Bumi Resources dijadwalkan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026, yang berpotensi menjadi katalis tambahan bagi pergerakan saham.

Dengan kombinasi kinerja keuangan yang membaik, aksi beli investor, serta agenda korporasi yang akan datang, saham BUMI saat ini menjadi salah satu yang menarik perhatian pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia.

Editor : Agung Sedana
#bumil #saham