Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Rugi WIKA Tembus Rp9,7 Triliun di 2025, Pendapatan Anjlok dan Beban Membengkak

Agung Sedana • Selasa, 7 April 2026 | 08:37 WIB
Ilustrasi saham anjlok. (Radar Situbondo/ AI Generated)
Ilustrasi saham anjlok. (Radar Situbondo/ AI Generated)

RADARSITUBONDO - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2025. Emiten konstruksi pelat merah ini membukukan kerugian sebesar Rp9,7 triliun, melonjak signifikan dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,26 triliun.

Lonjakan kerugian tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan yang cukup tajam. Sepanjang 2025, WIKA mencatat pendapatan sebesar Rp13,32 triliun atau turun 30,7 persen secara tahunan.

Tekanan terhadap kinerja keuangan juga datang dari pos penghasilan lain-lain yang merosot drastis hingga 78,7 persen menjadi Rp1,5 triliun. Selain itu, bagian rugi dari ventura bersama meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp1,44 triliun.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyatakan bahwa perseroan saat ini masih fokus pada upaya pemulihan kinerja melalui perbaikan operasional dan struktur keuangan. Perusahaan juga menjalankan sejumlah langkah penyehatan yang telah dimulai dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Saham BUMI Melonjak 7 Persen di Awal Pekan, Didorong Aksi Beli dan Kinerja Positif

“Di tahun ini, perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan,” jelas Ngatemin dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari sisi kewajiban, WIKA mulai menunjukkan perbaikan dengan menurunkan utang usaha sebesar 29,5 persen menjadi Rp1,79 triliun. Utang berbunga juga berhasil ditekan 5,9 persen menjadi Rp2,08 triliun.

Secara keseluruhan, total liabilitas konsolidasian WIKA turun 6,07 persen secara tahunan menjadi Rp48,4 triliun pada 2025.

Namun, penurunan aset yang cukup dalam turut memengaruhi posisi keuangan perusahaan. Total aset WIKA menyusut 20,99 persen menjadi Rp50,1 triliun, yang berdampak pada penurunan ekuitas menjadi hanya Rp1,68 triliun di akhir tahun.

Dari sisi kepemilikan saham, pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang kendali dengan porsi 90,11 persen melalui PT Danantara Asset Management. Sementara itu, investor publik memegang sekitar 8,96 persen saham, dengan kepemilikan tersebar di bawah 5 persen.

Saham WIKA sendiri masih berada dalam kondisi suspensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia sejak Februari 2025, dengan posisi terakhir di level Rp204 per saham dan belum mengalami perubahan hingga kini.

Editor : Agung Sedana
#wika #wijaya karya