RADARSITUBONDO - Kabar positif datang dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten sektor energi tersebut resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tunai dalam jumlah besar.
Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Jumat, 17 April 2026. Dalam forum tersebut, mayoritas pemegang saham menyetujui penggunaan hampir seluruh laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan sebagai dividen.
Manajemen perusahaan mengungkapkan bahwa laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2025 mencapai USD447.694.220. Dari jumlah tersebut, sekitar 99,96 persen atau setara USD447.500.000 dialokasikan sebagai dividen tunai.
Sebagian dana tersebut sebelumnya telah lebih dulu disalurkan kepada investor dalam bentuk dividen interim. Pembayaran interim senilai USD250.000.000 telah dilakukan pada 15 Januari 2026, dengan nilai sebesar 145,14 per saham.
Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham tercatat sebesar USD197.500.000 sebagai dividen final. Meski begitu, hingga kini perusahaan belum merilis jadwal resmi terkait cum date, ex date, maupun tanggal pembayaran dividen tersebut.
Perseroan memberikan kewenangan penuh kepada direksi untuk mengatur teknis distribusi dividen, termasuk penentuan jadwal dan mekanisme pembagian kepada investor yang berhak.
Sementara itu, sebagian kecil laba bersih, yakni sebesar USD194.220 atau sekitar 0,04 persen, tidak dibagikan dan akan dimasukkan sebagai saldo laba ditahan. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi ke depan.
Selain pembahasan terkait dividen, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya. Di antaranya adalah pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi bagi dewan komisaris dan direksi.
Tidak hanya itu, rapat juga membahas perubahan anggaran dasar yang berkaitan dengan penarikan kembali saham hasil buyback, persetujuan program pembelian kembali saham sesuai regulasi terbaru Otoritas Jasa Keuangan, serta penyesuaian klasifikasi usaha berdasarkan KBLI 2025.
Langkah pembagian dividen dalam jumlah besar ini dinilai sebagai strategi perusahaan untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu.
Editor : Agung Sedana