Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Program Vorsa UMKM Mandek! Pelaku Usaha Soroti Minim Sosialisasi Diskoperindag Situbondo

Ahmad Rifa'ie • Jumat, 24 April 2026 | 20:49 WIB
BERJUALAN: Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di lokasi Car Free Day (CFD) Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Situbondo, Minggu (19/4) lalu. (Ahmad Rifa
BERJUALAN: Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di lokasi Car Free Day (CFD) Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Situbondo, Minggu (19/4) lalu. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Situbondo mengeluhkan minimnya sosialisasi dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo terkait program Voucher Usaha Vorsa UMKM. Akibatnya, serapan program tersebut sangat rendah, bahkan tidak sampai satu persen yang berhasil dicairkan.

Diketahui, program Voucher Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Vorsa UMKM) merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang diberlakukan sejak Oktober 2025. Program ini memiliki kuota sekitar 1.400 pendaftar. Namun hingga April 2026, hanya enam pelaku usaha yang berhasil mencairkan pinjaman modal tersebut.

Salah satu pelaku usaha di Kecamatan Panji, Ayu, mengaku kesulitan mengakses program tersebut karena minimnya informasi dan sosialisasi. Padahal, ia sangat membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Saya ingin melakukan pengembangan usaha, tapi juga butuh tambahan modal. Sementara untuk mengajukan program yang disediakan pemerintah, saya tidak tahu bagaimana prosesnya. Tidak ada sosialisasi apa pun,” kata Ayu, Jumat (24/4).

Menurutnya, jika sosialisasi dilakukan secara masif dan berkelanjutan, maka pelaku usaha yang sebelumnya tidak mengetahui mekanisme pengajuan bisa menjadi paham dan ikut mengakses program tersebut.

Ayu juga menyebut usahanya berupa angkringan telah berjalan hampir dua tahun. Ia memulai usaha tersebut karena sulitnya lapangan pekerjaan, sehingga berinisiatif membuka usaha kecil-kecilan untuk membantu perekonomian.

“Saya buka malam hari, biasanya ramai saat malam Sabtu dan Minggu. Tapi kalau hujan, sering tidak buka,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pelaku usaha lainnya, Razek. Ia menilai minimnya serapan program juga dipengaruhi oleh kendala administratif dari masing-masing pemohon. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sosialisasi yang intensif tetap diperlukan agar pelaku usaha mendapatkan solusi.

“Kalau program seperti ini tidak berjalan, rasanya seperti ada program tapi tidak ada realisasinya. Sampai sekarang juga belum terserap,” ucapnya.

Dia menambahkan, program yang digagas Bupati Situbondo tersebut seharusnya dapat berjalan maksimal jika didukung oleh pelaksanaan teknis yang serius dari dinas terkait. “Kalau hanya sampai ke bupati saja, lalu bagaimana kebijakan dari dinas terkait? Padahal bupati sudah memberikan jalan bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Situbondo, Prio Andoko, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat enam pemohon yang telah berhasil mencairkan pinjaman modal. "Tahun 2025 ada dua orang, dan tahun 2026 sudah ada empat orang. Jadi total ada enam yang sudah cair,” terangnya.

Prio juga menjelaskan, pihaknya saat ini masih menyelesaikan kerja sama dengan sejumlah perbankan. Salah satunya dengan Bank Jatim yang telah menjalin kerja sama dalam program tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses pencairan tetap mengikuti mekanisme dan aturan dari masing-masing perbankan.

“Diskoperindag hanya sebagai mediator dan support bagi pelaku UMKM untuk menyerap program Vorsa UMKM,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabid Usaha Mikro Diskoperindag Situbondo, Mohammad Riza Pahlevi, menyebut bahwa sosialisasi telah dilakukan melalui media sosial serta kegiatan Mas Rio dan Bak Ulfi Kerong Apanggi (Maronggi).

“Sosialisasi ada di media sosial dan juga melalui kegiatan Maronggi di berbagai desa. Memang belum menyeluruh, tapi kurang lebih separuh warga Situbondo sudah mengetahui,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Diskoperindag Situbondo #UMKM naik kelas