RADARSITUBONDO - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 12 Mei 2026 menunjukkan lonjakan pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil hingga menengah. Berdasarkan data perdagangan, beberapa saham mencatat volume transaksi sangat tinggi dan menjadi yang paling aktif diperdagangkan hari ini.
Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA)
- Penutupan: Rp 81
- Volume: 2.307.492.900 saham
- Nilai transaksi: Rp 222,9 miliar
- Frekuensi: 98.760 kali
KRYA menjadi saham paling aktif hari ini dengan volume tertinggi di pasar. Lonjakan transaksi menunjukkan minat spekulatif yang sangat besar, meski harga saham masih berada di level rendah.
GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
- Penutupan: Rp 50
- Volume: 1.918.457.200 saham
- Nilai transaksi: Rp 95,9 miliar
- Frekuensi: 19.848 kali
GOTO kembali masuk daftar saham teraktif berkat likuiditas tinggi dari investor ritel. Meskipun harga masih rendah, saham ini tetap menjadi favorit spekulan jangka pendek.
DMS Propertindo Tbk (KOTA)
- Penutupan: Rp 139
- Volume: 1.902.660.900 saham
- Nilai transaksi: Rp 266,0 miliar
- Frekuensi: 84.780 kali
KOTA mencatat nilai transaksi besar dengan volume tinggi, menandakan adanya aktivitas akumulasi dan distribusi yang cukup agresif di saham ini.
Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)
- Penutupan: Rp 114
- Volume: 1.682.559.300 saham
- Nilai transaksi: Rp 202,0 miliar
- Frekuensi: 97.375 kali
PADI menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat aktif dengan frekuensi tinggi, menandakan saham ini banyak dimainkan oleh trader harian.
Bumi Resources Tbk (BUMI)
- Penutupan: Rp 212
- Volume: 1.533.188.100 saham
- Nilai transaksi: Rp 324,4 miliar
- Frekuensi: 35.925 kali
BUMI menjadi salah satu saham energi paling aktif hari ini dengan nilai transaksi terbesar di daftar ini. Saham ini masih menjadi magnet trader karena volatilitasnya yang tinggi.
Data perdagangan hari ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih sangat agresif pada saham berharga rendah dengan volume tinggi. Saham seperti KRYA, GOTO, dan PADI menjadi motor utama transaksi di Bursa Efek Indonesia.
Editor : Agung Sedana