RADARSITUBONDO - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 12 Mei 2026 kembali menunjukkan fenomena menarik, di mana saham berharga murah atau low price stock mendominasi aktivitas transaksi. Beberapa saham di bawah level Rp 200 mencatat volume perdagangan sangat besar dan menjadi pusat perhatian pelaku pasar.
Saham berharga rendah cenderung memiliki volatilitas tinggi dan lebih mudah digerakkan oleh investor ritel. Hal ini membuat saham-saham ini sering menjadi “ladang transaksi” karena pergerakannya cepat dan likuiditasnya tinggi dalam waktu singkat.
Baca Juga: 5 Saham Paling Populer Hari Ini, 13 Mei 2026: Mulai GOTO hingga BUMI Masuk Daftar Teraktif
KRYA (Rp 81) – Volume Tertinggi di Pasar
KRYA menjadi saham paling aktif hari ini dengan harga hanya Rp 81 per saham, namun mencatat volume fantastis mencapai 2,3 miliar lembar. Nilai transaksi juga menembus Rp 222,9 miliar, menjadikannya saham low price paling dominan di bursa hari ini.
GOTO (Rp 50) – Favorit Trader Ritel
GOTO tetap menjadi magnet utama trader dengan harga Rp 50 per saham dan volume transaksi 1,9 miliar lembar. Meski harga rendah, saham ini tetap aktif karena likuiditas tinggi dan sering menjadi incaran spekulasi jangka pendek.
Baca Juga: Hot Stock Alert! Saham Murah Meledak Volume, KRYA hingga GOTO Jadi Sorotan Hari Ini
KOTA (Rp 139) – Lonjakan Nilai Transaksi Besar
KOTA mencatat volume besar dengan 1,9 miliar lembar dan nilai transaksi mencapai Rp 266 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang sangat agresif pada saham ini.
PADI (Rp 114) – Ramai di Frekuensi Transaksi
PADI juga masuk daftar saham murah paling aktif dengan volume 1,68 miliar lembar dan frekuensi hampir 100 ribu kali transaksi, menandakan saham ini banyak diperdagangkan oleh trader harian.
BUMI (Rp 212) – Transaksi Terbesar di Segmen Murah
Meski sedikit lebih tinggi dari kategori low price ekstrem, BUMI tetap masuk radar karena mencatat nilai transaksi terbesar yaitu Rp 324,4 miliar dengan volume 1,53 miliar lembar.
Fenomena saham low price yang mendominasi perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pasar masih didorong oleh aktivitas spekulatif jangka pendek. Saham seperti KRYA dan GOTO menjadi bukti bahwa harga rendah bukan berarti sepi peminat, justru sering menjadi pusat perhatian utama investor harian.
Editor : Agung Sedana