Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

IHSG dan Saham Hari Ini 14 Mei 2026: Mayoritas Melemah, GGRM Jadi Satu-Satunya Penguat

Agung Sedana • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:27 WIB
Ilustrasi saham. (FOTO: Radar Situbondo)
Ilustrasi saham. (FOTO: Radar Situbondo)

RADARSITUBONDO - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 14 Mei 2026 berlangsung dengan tekanan jual yang cukup dominan. Berdasarkan data ringkasan perdagangan, mayoritas saham dalam daftar mengalami pelemahan, sementara hanya satu emiten yang mampu mencatat penguatan signifikan.

Mayoritas Saham Bergerak di Zona Merah

Sejumlah saham berkapitalisasi besar hingga menengah tercatat melemah pada sesi perdagangan hari ini. UNTR, ITMG, ADES, MLPT hingga POLU kompak berada di zona merah dengan penurunan bervariasi.

UNTR misalnya, ditutup di level Rp 26.900 dengan penurunan -275 poin, meski tetap mencatat nilai transaksi terbesar di antara saham lain yaitu sekitar Rp 69,89 miliar.

Sementara ITMG juga terkoreksi ke level Rp 23.950 dengan penurunan -150 poin, diikuti ADES yang melemah lebih dalam sebesar -725 poin.

MLPT dan Saham Kecil Ikut Tertekan

Tekanan tidak hanya terjadi pada saham besar. MLPT juga mencatat koreksi cukup dalam sebesar -1.125 poin, menandakan tekanan jual cukup agresif di beberapa saham teknologi dan investasi.

Beberapa saham lain seperti POLU dan RDTX juga bergerak melemah meski dengan volume transaksi yang relatif kecil.

GGRM Jadi Satu-Satunya Penguat Utama

Di tengah dominasi pelemahan pasar, GGRM menjadi pengecualian dengan kenaikan signifikan sebesar +600 poin ke level Rp 17.225.

Saham rokok ini juga mencatat volume transaksi cukup tinggi mencapai 1,86 juta saham dengan nilai sekitar Rp 31,77 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif hari ini.

Secara keseluruhan, data menunjukkan pasar sedang berada dalam fase selektif. Aktivitas perdagangan tetap tinggi, namun arah pergerakan cenderung tidak seragam.

Investor terlihat lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, dengan sebagian besar saham berada di bawah tekanan jual.

Perdagangan 14 Mei 2026 menunjukkan bahwa pasar belum memiliki arah tren yang kuat. Tekanan jual masih mendominasi, namun beberapa saham seperti GGRM menunjukkan bahwa peluang penguatan tetap terbuka di tengah volatilitas pasar.

Editor : Agung Sedana
#saham hari ini