RADARSITUBONDO - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 14 Mei 2026 menunjukkan pola pergerakan yang lebih ekstrem di sejumlah emiten. Dari data ringkasan perdagangan, tekanan jual mendominasi sebagian besar saham di daftar awal, sementara hanya satu emiten yang mampu bertahan di zona hijau.
Tekanan Terbesar Datang dari Saham Berkapitalisasi Besar
Beberapa saham unggulan tercatat mengalami koreksi cukup dalam sejak awal perdagangan.
AADI (Adaro Andalan Indonesia)
- Penutupan: 9.175
- Sebelumnya: 9.450
- Selisih: -275
- Volume: 6,34 juta
- Nilai: 58,5 miliar
AADI mengalami tekanan jual cukup kuat meski aktivitas transaksi tinggi, menandakan distribusi masih berlangsung.
AALI (Astra Agro Lestari)
- Penutupan: 7.600
- Sebelumnya: 8.075
- Selisih: -475
- Volume: 3,31 juta
- Nilai: 25,4 miliar
AALI menjadi salah satu saham dengan penurunan paling dalam di sesi ini, menunjukkan tekanan jual yang agresif di sektor agribisnis.
ABMM (ABM Investama)
- Penutupan: 2.760
- Sebelumnya: 2.810
- Selisih: -50
- Volume: 827 ribu
- Nilai: 2,29 miliar
ABMM melemah seiring sentimen negatif di sektor energi dan tambang.
Saham Lain Bergerak Sideways
Beberapa saham seperti ACRO, ACST, dan ADCP tercatat stagnan tanpa perubahan harga signifikan, menunjukkan minimnya momentum beli maupun jual.
ABDA (Asuransi Bina Dana Arta)
- Penutupan: 3.410
- Sebelumnya: 3.340
- Selisih: +70
- Volume: 16.500
- Nilai: 58 juta
ABDA menjadi satu-satunya saham yang mencatat penguatan di daftar ini, meski dengan volume relatif kecil. Kenaikan ini lebih bersifat teknikal dibanding dorongan fundamental besar.
Perdagangan 14 Mei 2026 pada sesi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Saham besar seperti AADI dan AALI menjadi penekan utama, sementara ABDA menjadi satu-satunya penguat yang menjaga warna hijau di tengah dominasi merah.
Editor : Agung Sedana