Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemilik Lahan Bunga Melati Omzetnya Bisa Puluhan Juta

Ahmad Rifa'ie • Kamis, 21 Mei 2026 | 21:34 WIB
MEMANEN BUNGA: Salah seorang warga memetik bunga melati untuk dijual di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, rabu (20/5). (Ahmad Rifa
MEMANEN BUNGA: Salah seorang warga memetik bunga melati untuk dijual di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, rabu (20/5). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Bunga Melati yang ditanam warga Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, ternyata memiliki nilai jual tinggi. Hasil panennya bahkan bisa mencapai Rp 25 juta per bulan, mampu menyaingi hasil pertanian lainnya.

Keuntungan petani bunga melati dinilai cukup besar karena proses panennya dapat dilakukan hampir setiap hari. Kondisi tersebut berbeda dengan tanaman pertanian lain yang harus menunggu waktu cukup lama untuk masa panen.

“Paling hanya menunggu masa penanaman di awal saja yang membutuhkan waktu. Setelah berbunga, tinggal memanen kapan saja,” kata salah satu perakit atribut Bunga Melati yang akrab disapa Bu Syifa, Rabu (20/5).

Menurut dia, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai puluhan juta rupiah, terutama ketika kondisi tanaman bagus dan sedang banyak permintaan. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan sejak penanaman hingga berbunga dan panen, penghasilan bisa mencapai Rp 25 juta bahkan lebih. “Kalau situasinya banyak acara hajatan seperti wisuda TK, pernikahan, khitanan, dan tradisi turun tanah anak, penghasilannya jauh lebih besar,” imbuhnya.

Bu Syifa menjelaskan, permintaan dari luar daerah biasanya dihitung per kilogram. Sementara di Situbondo, pembeli lebih banyak memesan bunga yang sudah dirangkai menjadi atribut seperti kalung, baju manten, hingga songkok untuk tradisi turun tanah anak. “Kalau luar kota mintanya kiloan, bukan rangkaian. Kalau di Situbondo sendiri karena dekat, biasanya minta yang sudah jadi,” jelasnya.

Dia menambahkan, bunga melati yang sudah dirangkai menjadi kalung dijual mulai Rp 150 ribu. Sedangkan untuk rangkaian berbentuk baju bisa mencapai Rp 500 ribu atau lebih. “Kalau bunga mentah dijual sekitar Rp 1 ribu per kuntum. Bisa dibayangkan kalau kebutuhan untuk membuat baju tentu sangat banyak. Pemilik lahan tinggal menunggu pesanan, mau beli bunga saja atau yang sudah dirangkai, karena panennya setiap hari,” ucapnya.

Sementara itu, Bu Andin, pemilik lahan budidaya Bunga Melati, mengaku pemasukan bulanannya meningkat pesat. Bahkan saat musim pernikahan, permintaan bunga melonjak tajam, baik bunga segar maupun yang sudah dirangkai. “Dari lahan seluas satu petak saja, saya pernah mendapatkan penghasilan bersih sampai Rp 25 juta dalam sebulan,” ujarnya.

Dia pun membandingkan penghasilan dari bunga melati dengan gaji suaminya yang bekerja sebagai satpam di Situbondo dengan penghasilan sekitar Rp 3,5 juta per bulan. “Kalau lagi tidak musim nikah, minimal sebulan masih bisa dapat Rp 3 sampai 5 juta. Kalau pas musimnya, bisa lebih besar lagi,” tambahnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #melati