Fantastis! Pasar Hewan Sabtuan Panarukan Raup Rp 7 Miliar Menjelang Kurban

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Minggu, 24 Mei 2026 | 20:13 WIB
PERLU PENATAAN ULANG: Kondisi Pasar Hewan Sabtuan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo (pasar hewan wilayah tengah) akan direvitalisasi agar lebih nyaman bagi para pedagang dalam melakukan transaksi, Sabtu (23/5). (Ahmad Rifa
PERLU PENATAAN ULANG: Kondisi Pasar Hewan Sabtuan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo (pasar hewan wilayah tengah) akan direvitalisasi agar lebih nyaman bagi para pedagang dalam melakukan transaksi, Sabtu (23/5). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Perputaran uang menjelang Hari Raya Idul Adha atau kurban di Pasar Sabtuan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, mencapai sekitar Rp 6 hingga Rp 7 miliar. Tingginya perputaran uang di pasar hewan terbesar di wilayah tengah Situbondo, tersebut dipicu meningkatnya permintaan hewan ternak menjelang musim kurban.

Informasi yang diterima Wartawan Koran ini, perputaran uang di Pasar Hewan Sabtuan memang cukup besar. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha seperti saat ini, nilainya bisa mencapai Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar. Sebab, pembeli maupun pedagang di pasar tersebut tidak hanya berasal dari Situbondo, tetapi juga dari berbagai daerah di wilayah Tapal Kuda hingga luar Jawa Timur.

“Pembelinya banyak dari luar daerah, seperti Solo, Semarang, Bali, bahkan Bogor. Karena itu, perputaran ekonomi di sini cukup tinggi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Muh Abdul Rahman.

Dia menambahkan, saat melakukan kunjungan bersama Bupati Situbondo ke Pasar Hewan Sabtuan, kondisi pasar dinilai sudah over kapasitas. Pasar tersebut hanya mampu menampung sekitar 2.000 ekor hewan ternak, sementara aktivitas ekonomi di lokasi itu sangat tinggi. Karena itu, diperlukan penataan ulang agar para pedagang lebih tertib dan transaksi jual beli dapat berjalan lebih maksimal.

“Memang perlu dilakukan penataan ulang agar hewan ternak yang diperjualbelikan lebih tertata, sehingga pedagang dan pembeli merasa nyaman saat bertransaksi,” imbuhnya.

Abdul Rahman menjelaskan, di Kabupaten Situbondo terdapat tiga pasar hewan. Namun, yang terbesar berada di Pasar Hewan Sabtuan. Karena saat ini memasuki musim kurban, pasar terbesar tersebut mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

“Di Situbondo ada tiga pasar hewan, selain Pasar Hewan Sabtuan juga ada Pasar Hewan Kemisan di Kecamatan Asembagus untuk wilayah timur, dan Pasar Hewan Besuki untuk wilayah barat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan pihaknya akan membangun dan menata ulang Pasar Hewan Sabtuan guna menciptakan alur sirkulasi yang aman, higienis, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Pasar Hewan Sabtuan dinilai sebagai salah satu pasar hewan terbesar di wilayah Tapal Kuda.

“Kami sudah meminta denah pasar hewan Sabtuan. Ini memang perlu ditata ulang karena setiap menjelang Hari Raya Idul Adha sangat ramai oleh pedagang dan pembeli dari wilayah Tapal Kuda, bahkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ujar Bupati Rio saat meninjau pasar hewan.

Menurutnya, pada momentum menjelang Idul Adha 2026 ini, Pasar Hewan Sabtuan dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Semarang dan Bogor. Karena itu, kapasitas pasar akan dioptimalkan agar mampu menampung lebih banyak ternak. “Untuk kapasitas ternak sapi akan kami optimalkan hingga 2.000 ekor. Termasuk tempat untuk domba dan kambing juga akan ditata ulang,” tambahnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo pasar sabtuan idul qurban