RADARSITUBONDO - Memantau pergerakan nilai tukar mata uang asing (kurs) terhadap Rupiah secara harian bukan hanya krusial bagi para pelaku bisnis dan investor. Bagi masyarakat umum khususnya keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI di tanah air.
Informasi kurs hari ini menjadi acuan penting untuk menghitung nilai kiriman uang (remitansi) dari luar negeri agar mendapatkan keuntungan maksimal saat dicairkan.
Pergerakan Rupiah hari ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, kebijakan suku bunga luar negeri, serta volume perdagangan domestik. Berikut adalah rangkuman nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama dunia dan negara-negara penempatan TKI terpopuler per hari ini, Rabu, 27 Mei 2026.
Baca Juga: Sejarah Kurs Dolar vs Rupiah dari Era Soekarno hingga Prabowo: Perjalanan 80 Tahun Mata Uang Garuda
Kurs Mata Uang Global Utama
Mata uang ini menjadi rujukan utama transaksi internasional dan perdagangan komoditas di Indonesia.
Dolar Amerika Serikat (USD ke IDR)
- Harga Beli: Rp16.080
- Harga Jual: Rp16.150
Euro Uni Eropa (EUR ke IDR)
- Harga Beli: Rp17.410
- Harga Jual: Rp17.520
Kurs Mata Uang Asia Timur
Kawasan ini menjadi salah satu penyumbang remitansi terbesar bagi Indonesia berkat penempatan kerja formal maupun informal yang masif.
Dolar Taiwan (TWD ke IDR)
- Harga Beli: Rp495
- Harga Jual: Rp505
Dolar Hong Kong (HKD ke IDR)
- Harga Beli: Rp2.050
- Harga Jual: Rp2.075
Won Korea Selatan (KRW ke IDR)
- Harga Beli: Rp11,70
- Harga Jual: Rp12,10
Yen Jepang (JPY ke IDR untuk kelipatan 100 Yen)
- Harga Beli: Rp10.210
- Harga Jual: Rp10.330
Kurs Mata Uang Asia Tenggara & Timur Tengah
Malaysia tetap menjadi negara dengan konsentrasi pekerja Indonesia terbesar, sementara Arab Saudi menjadi rujukan utama untuk remitansi Timur Tengah serta biaya perjalanan ibadah.
Ringgit Malaysia (MYR ke IDR)
- Harga Beli: Rp3.390
- Harga Jual: Rp3.430
Dolar Singapura (SGD ke IDR)
- Harga Beli: Rp11.910
- Harga Jual: Rp12.020
Riyal Arab Saudi (SAR ke IDR)
- Harga Beli: Rp4.280
- Harga Jual: Rp4.320
Tips Cerdas Mengirim dan Mencairkan Uang Luar Negeri
Agar nilai uang yang dikirimkan oleh para pekerja di luar negeri tidak tergerus oleh biaya administrasi dan selisih kurs yang tinggi, berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:
- Pantau Selisih Spread: Selisih antara harga jual dan harga beli disebut spread. Carilah penyedia jasa keuangan (bank atau agen remitansi resmi) yang menawarkan spread paling tipis agar nilai konversi ke Rupiah lebih tinggi.
- Manfaatkan Aplikasi Remitansi Digital: Saat ini banyak platform transfer uang internasional legal yang menawarkan biaya admin rendah dan kurs real-time yang bersaing dibandingkan pengiriman manual lewat loket konvensional.
- Perhatikan Waktu Transaksi: Pasar valuta asing bergerak dinamis dari Senin hingga Jumat. Sebaiknya hindari melakukan konversi uang di akhir pekan (Sabtu/Minggu) karena beberapa penyedia jasa cenderung menaikkan harga jual untuk mengantisipasi volatilitas pasar saat libur.
Catatan Penting: Angka nominal kurs di atas adalah angka simulasi (contoh). Sebelum Anda menayangkan artikel ini, mohon lakukan pembaruan data (update) angka nominal jual-beli sesuai dengan running kurs riil dari Bank Indonesia (Kurs JISDOR) atau bank rujukan website Anda per pagi ini pukul 09.00 WIB.
Editor : Agung Sedana