RADARSITUBONDO - Di tengah IHSG yang terkoreksi pada perdagangan Selasa 26 Mei 2026, tujuh saham justru tampil berlawanan arah dengan lonjakan luar biasa. IHSG ditutup di level 6.130, melemah 1,23 persen atau turun 76,16 poin, namun ketujuh saham berikut membuktikan bahwa koreksi indeks bukan berarti semua saham ikut tumbang.
Catatan penting bagi investor, perdagangan saham ditiadakan pada Rabu 27 Mei sebagai Idul Adha dan Kamis 28 Mei sebagai cuti bersama. Dengan demikian, perdagangan efektif berikutnya baru berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026.
1. MGNA PT Magna Investama Mandiri Tbk
MGNA memimpin daftar top gainer dengan kenaikan harga 34,09 persen, ditutup di harga Rp 118 per unit dengan volume perdagangan 26.066.100 lembar saham.
Magna Investama Mandiri bergerak di sektor properti komersial. Kenaikan ini terbilang ekstrem dalam satu hari dan patut diwaspadai. Lonjakan tajam tanpa katalis fundamental yang jelas sering kali berpotensi koreksi cepat saat bursa kembali dibuka.
2. ARTA PT Arthavest Tbk
PT Arthavest Tbk menguat 25 persen di harga Rp 2.500 per saham. ARTA bergerak di sektor investasi dan aset manajemen. Kenaikan 25 persen dalam sehari menempatkannya sebagai salah satu penguatan paling signifikan di bursa pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang.
3. NZIA PT Nusantara Almazia Tbk
PT Nusantara Almazia Tbk berada di urutan ketiga dengan penguatan 18,10 persen di harga Rp 137 per saham. Emiten properti ini mencatatkan kenaikan solid yang konsisten dengan tren sektor properti yang menguat dalam beberapa sesi terakhir.
4. ELPI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk naik 12,96 persen, ditutup di harga Rp 1.700 per saham. Saham pelayaran ini menarik dicermati di tengah dinamika harga minyak global yang bergejolak akibat ketegangan AS dan Iran. Sektor energi dan transportasi laut cenderung sensitif terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah.
5. AWAN PT Era Digital Media Tbk
PT Era Digital Media Tbk menguat 12,68 persen di harga Rp 160 per unit. Emiten media digital ini mencatatkan penguatan yang cukup signifikan, seiring tren positif sektor teknologi global yang didorong optimisme kecerdasan buatan.
6. BBHI PT Allo Bank Indonesia Tbk
PT Allo Bank Indonesia Tbk masuk jajaran top gainers dengan penguatan 24,84 persen di harga Rp 980 per unit.
BBHI adalah bank digital milik grup CT Corp yang terus mencatatkan pertumbuhan pengguna. Saham ini dikenal fluktuatif namun kerap menjadi incaran trader jangka pendek karena volatilitasnya yang tinggi.
7. FILM PT MD Entertainment Tbk
PT MD Entertainment Tbk masuk daftar top gainers dengan kenaikan signifikan pada perdagangan pekan ini. Emiten hiburan dan perfilman ini bergerak di tengah momentum musim liburan Idul Adha. Secara historis, saham sektor hiburan kerap menguat menjelang hari raya karena peningkatan konsumsi konten dan aktivitas bioskop.
Prediksi IHSG saat Bursa Buka Kembali 29 Mei 2026
Ini bagian yang paling dinantikan investor. Berdasarkan data dan pola historis, ada beberapa skenario yang perlu dicermati.
Skenario optimis: rebound pasca libur. Pola ini pernah terjadi sebelumnya. Setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran Maret 2026, IHSG langsung menguat 2,75 persen ke level 7.302 di hari pertama pembukaan. Dipimpin sektor industri yang melonjak hampir 6 persen. Jika sentimen global membaik selama libur, pola serupa bisa terulang.
Skenario tekanan lanjutan. Rupiah ditutup melemah 52 poin ke level Rp 17.795 per dolar AS menjelang libur, dan pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah masih bergerak fluktuatif di rentang Rp 17.790 hingga Rp 17.850 per dolar. Pelemahan rupiah yang bertahan bisa menjadi beban tambahan bagi IHSG saat dibuka kembali.
Yang perlu diperhatikan investor. Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG masih dalam tekanan dengan kapitalisasi pasar yang menyusut Rp 1.190 triliun hanya dalam sepekan terakhir. Dalam kondisi ini, strategi buy on weakness pada saham blue chip berkapitalisasi besar lebih disarankan dibanding mengejar saham spekulatif seperti MGNA atau ARTA yang sudah melonjak tajam.
Secara teknikal, level support IHSG yang perlu dicermati ada di kisaran 6.084 hingga 6.148, sementara resistance terdekat berada di kisaran 6.640.
Jadi?
Tujuh saham di atas tampil gemilang di tengah koreksi IHSG pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Idul Adha. MGNA memimpin dengan lonjakan 34 persen, diikuti ARTA dan NZIA yang masing-masing menguat signifikan. Namun dengan bursa baru kembali dibuka pada Jumat 29 Mei, investor perlu mencermati dua hal. Pertama tekanan rupiah yang masih berlanjut dan pola historis rebound pasca libur panjang. Pilih strategi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Sumber: IDX Channel. Data valid per penutupan 26 Mei 2026.
Editor : Agung Sedana