Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Anomali Sembako 2 Juni 2026: Kok Bisa Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Lebih Mahal dari Ritel Modern?

Agung Sedana • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:24 WIB
Update harga sembako pada 2 Juni 2026, dari pasar tradisional hingga pasar moderen. (FOTO: Ilustrasi/ Radar Situbondo)
Update harga sembako pada 2 Juni 2026, dari pasar tradisional hingga pasar moderen. (FOTO: Ilustrasi/ Radar Situbondo)

RADARSITUBONDO.ID - Memasuki hari kedua di bulan Juni, pergerakan harga komoditas pangan pokok harian secara nasional per Selasa, 2 Juni 2026 menunjukkan ketimpangan marjin yang cukup tebal antar-saluran distribusi. Kelompok sayuran segar komoditas cabai pedas terpantau mengalami lonjakan harga yang signifikan di sektor hilir ritel modern, di mana Cabai Rawit Merah resmi menembus angka psikologis Rp100.250 per kilogram.

Bagi emak-emak dan pelaku industri kuliner yang ingin berbelanja kebutuhan pasokan bahan baku dapur hari ini, mencermati perbandingan tarif komoditas antara pasar tradisional, swalayan modern, hingga tingkat grosir atau pedagang besar sangat krusial agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak secara impulsif.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Turun Hari ini 2 Juni 2026: K7 Cuman Rp639.000 Per Gram

Bawang Merah Ukuran Sedang

Bawang Putih Ukuran Sedang

Beras Kualitas Medium I

Beras Kualitas Super I

Cabai Merah Besar

Cabai Rawit Merah

Daging Ayam Ras Segar

Daging Sapi Kualitas 1

Minyak Goreng Curah

Telur Ayam Ras Segar

Ada satu fenomena menarik yang tersaji dari pengamatan data pangan nasional hari ini terkait komoditas minyak goreng.

Umumnya, masyarakat berasumsi bahwa belanja di pasar modern pasti akan selalu lebih menguras dompet dibanding pasar tradisional. Namun, anomali harga terjadi pada komoditas Minyak Goreng Curah.

Di pasar tradisional, minyak goreng curah dipatok seharga Rp20.750 per kilogram. Sebaliknya, di pasar modern harganya justru lebih murah, yakni berada di angka Rp20.200 per kilogram.

Penyebab Anomali Pasar

Kondisi ini dipengaruhi oleh rantai pasok distribusi langsung. Jaringan ritel modern umumnya memesan minyak goreng dalam volume kontrak skala besar langsung dari produsen utama (first-tier supplier), sehingga mampu mempertahankan stabilitas harga eceran. Sementara itu, pedagang kecil di pasar tradisional harus melewati beberapa lapis perantara grosir daerah, membuat fluktuasi biaya logistik tingkat lokal langsung dibebankan pada harga eceran konsumen.

Disclaimer: Data rangkuman harga pangan nasional ini dihimpun secara faktual berdasarkan rilis laporan resmi dasbor Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada 2 Juni 2026. Perubahan harga di tingkat daerah dapat bervariasi bergantung pada letak geografis wilayah, ongkos transportasi regional, serta stok pasokan logistik di pasar lokal Anda.

Editor : Agung Sedana
#harga sembako hari ini #beras #minyak #cabai