RADARSITUBONDO.ID - Perkembangan harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Berdasarkan data Perbandingan Harga Nasional Tertimbang (HNT) yang dirilis oleh Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, fluktuasi harga harian terpantau relatif stabil dengan perubahan minor di bawah 1% pada sebagian besar komoditas utama.
Secara umum, kelompok komoditas hortikultura seperti cabai merah mengalami tren penurunan harga yang cukup signifikan. Sebaliknya, sektor bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih honan justru mengalami peningkatan nilai jual bersamaan dengan pergerakan tipis pada komoditas beras medium dan Tepung Terigu.
Baca Juga: Rupiah Loyo ke Level Rp18 Ribu, Ini Rincian Kurs Jual-Beli Valas di BCA 4 Juni 2026
Rincian Lengkap Harga Bahan Pokok Nasional per 4 Juni 2026
Mengacu pada laporan resmi SP2KP Kementerian Perdagangan, berikut adalah rincian harga eceran komoditas pangan nasional tertimbang dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya (3 Juni 2026):
Kelompok Beras dan Tepung
- Beras Medium: Rp13.776 per kg (Naik 0,01% dari Rp13.775)
- Beras Premium: Rp15.448 per kg (Stabil 0,00%)
- Tepung Terigu: Rp12.523 per kg (Naik 0,01% dari Rp12.522)
Kelompok Minyak Goreng dan Gula
- Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium: Rp22.316 per liter (Naik 0,03% dari Rp22.310)
- Minyak Goreng Sawit Curah: Rp19.633 per liter (Turun 0,05% dari Rp19.642)
- Minyakita: Rp15.876 per liter (Naik 0,02% dari Rp15.873)
- Gula Pasir Curah: Rp18.257 per kg (Turun 0,06% dari Rp18.268)
Kelompok Daging, Telur, dan Kedelai
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp141.084 per kg (Naik 0,05% dari Rp141.014)
- Daging Ayam Ras: Rp37.213 per kg (Turun 0,29% dari Rp37.321)
- Telur Ayam Ras: Rp27.916 per kg (Turun 0,15% dari Rp27.957)
- Kedelai Impor: Rp13.655 per kg (Stabil 0,00%)
Kelompok Cabai dan Bawang
- Cabai Merah Keriting: Rp50.455 per kg (Turun 1,04% dari Rp50.984)
- Cabai Rawit Merah: Rp68.904 per kg (Naik 0,03% dari Rp68.883)
- Cabai Merah Besar: Rp54.542 per kg (Turun 0,95% dari Rp55.066)
- Bawang Merah: Rp48.487 per kg (Naik 0,11% dari Rp48.436)
- Bawang Putih Honan: Rp34.389 per kg (Naik 0,17% dari Rp34.332)
Catatan analisis penting (information gain) yang tersaji dari visualisasi data makro pada aspek perkembangan harga dalam satu bulan terakhir memperlihatkan pola pergerakan yang menarik pada komoditas beras medium.
Meskipun kenaikan harian dari tanggal 3 Juni ke 4 Juni 2026 hanya sebesar 0,01%, grafik Series Perkembangan Harga Nasional Tertimbang (HNT) menunjukkan bahwa komoditas ini berada dalam tren peningkatan yang konsisten sejak awal Mei 2026.
Pada periode 5 Mei 2026, harga beras medium nasional masih berada di kisaran level terendah sekitar Rp13.720-an per kg. Sepanjang pertengahan hingga akhir Mei, grafik menunjukkan tangga kenaikan yang bertahap namun pasti, hingga akhirnya bertengger stabil di area atas Rp13.770-an pada awal Juni 2026.
Persistensi kenaikan merangkak ini mengindikasikan adanya pergeseran perlahan pada pasokan stok di tingkat pengecer nasional, yang umumnya dipengaruhi oleh pola musiman pasca-panen raya di wilayah-wilayah sentra produksi utama Indonesia.
Penurunan harga cabai merah keriting sebesar 1,04% menjadi Rp50.455 per kg dan cabai merah besar sebesar 0,95% menjadi Rp54.542 per kg merefleksikan melimpahnya pasokan distribusi harian ke pasar-pasar induk tradisional. Kelancaran jalur logistik dan iklim panen yang mendukung di tingkat petani hortikultura lokal mempercepat laju pasokan barang ke tingkat konsumen.
Kondisi berbeda dialami oleh komoditas bawang putih honan dan bawang merah yang kompak merangkak naik masing-masing sebesar 0,17% dan 0,11%. Ketahanan harga kelompok bawang ini dipengaruhi oleh karakteristik komoditas yang memiliki masa simpan lebih lama di gudang penyimpanan, sehingga fluktuasi harganya cenderung ditentukan oleh kontrol volume lepas barang oleh pihak distributor utama di pasar domestik.
Disclaimer: Ulasan perkembangan komoditas bahan pokok ini disusun secara faktual bersumber dari visualisasi data resmi panel SP2KP Kementerian Perdagangan per tanggal 4 Juni 2026. Perhitungan agregat menggunakan metode Indikator Harga Nasional Tertimbang (HNT) berdasarkan bobot konsumsi SBH 2022 BPS dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Nominal harga di tingkat pengecer bersifat dinamis dan dapat bervariasi sesuai dengan zonasi wilayah distribusi masing-masing daerah.
Editor : Agung Sedana