RADARSITUBONDO.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terpantau menunjukkan tingkat stabilitas yang tinggi pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 5 Juni 2026. Berdasarkan pembaruan data papan kurs e-Rate BCA yang terekam terakhir pada pukul 13.16 WIB, harga jual USD masih dipatok bertahan di posisi Rp18.058,00 dengan harga beli di level Rp18.038,00.
Fenomena pergerakan mendatar ini merefleksikan adanya titik keseimbangan jangka pendek di pasar valuta asing domestik pasca-tekanan fluktuasi harian sebelumnya. Bagi nasabah perbankan yang memerlukan konversi mata uang asing, memanfaatkan kanal e-Rate digital tetap memberikan keuntungan berupa efisiensi nilai tukar yang jauh lebih optimal dibandingkan dengan metode penukaran konvensional di kantor cabang fisik.
Berikut adalah daftar harga beli dan harga jual valuta asing terkini terhadap mata uang Rupiah.
- πΊπΈ Dolar Amerika Serikat (USD): Beli Rp18.038,00 / Jual Rp18.058,00
- πΈπ¬ Dolar Singapura (SGD): Beli Rp14.019,89 / Jual Rp14.064,14
- πͺπΊ Euro (EUR): Beli Rp20.931,28 / Jual Rp20.993,06
- π¦πΊ Dolar Australia (AUD): Beli Rp12.821,39 / Jual Rp12.871,03
- π¬π§ Poundsterling Inggris (GBP): Beli Rp24.196,16 / Jual Rp24.270,40
- ππ° Dolar Hong Kong (HKD): Beli Rp2.302,26 / Jual Rp2.305,81
- π―π΅ Yen Jepang (JPY): Beli Rp112,65 / Jual Rp112,99
- πΈπ¦ Riyal Arab Saudi (SAR): Beli Rp4.802,70 / Jual Rp4.810,46
- π¨π³ Yuan China (CNH): Beli Rp2.654,67 / Jual Rp2.672,09
Pergeseran Tipis Kurs Valas Utama di Negara TKI
Poin pengamatan menarik (information gain) pada perdagangan hari ini terlihat pada fluktuasi minor mata uang regional di luar Dolar AS. Ketika nilai tukar USD terhadap Rupiah cenderung tidak bergerak sama sekali dari posisi harga penutupan kemarin, mata uang negara-negara tujuan utama Pekerja Migran Indonesia (PMI) justru mengalami sedikit pergeseran nilai tukar:
Dolar Singapura (SGD), mengalami penurunan tipis ke posisi harga beli Rp14.019,89 dan harga jual Rp14.064,14 dari posisi sebelumnya yang sempat berada di atas Rp14.040-an pada harga beli.
Dolar Hong Kong (HKD), bergerak menguat sangat tipis di level beli Rp2.302,26 dan level jual Rp2.305,81, dengan mempertahankan karakteristik marjin selisih jual-beli (spread) yang sangat rapat, yaitu hanya sebesar Rp3,55.
Pergeseran kecil ini mengindikasikan bahwa pergerakan mata uang regional hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika internal arus modal jangka pendek di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, terlepas dari keperkasaan indeks Dolar global yang relatif stagnan terhadap Rupiah.
Rincian Kurs USD Berdasarkan Kategori Layanan BCA
Bagi nasabah yang berniat melakukan transaksi penukaran mata uang Dolar AS, pemilihan platform transaksi sangat menentukan nominal konversi yang didapatkan. Berikut adalah daftar perbandingan harga jual dan beli USD berdasarkan jenis layanan per 5 Juni 2026:
Kurs e-Rate (Layanan Aplikasi Digital / m-BCA / KlikBCA):
- Harga Beli: Rp18.038,00
- Harga Jual: Rp18.058,00
Kurs TT Counter (Transaksi Non-Tunai di Lapangan / Teller Kantor Cabang):
- Harga Beli: Rp17.855,00
- Harga Jual: Rp18.130,00
Kurs Bank Notes (Transaksi Fisik Uang Kertas Asing di Kantor Cabang):
- Harga Beli: Rp17.825,00
- Harga Jual: Rp18.100,00
Melalui data rincian di atas, terlihat jelas keunggulan komparatif dari penggunaan kurs digital (e-Rate). Selisih harga (spread) pada layanan e-Rate hanya berkisar Rp20,00 per dolar. Sebaliknya, pada layanan manual seperti TT Counter di kantor cabang, selisih antara harga beli dan harga jual melebar hingga mencapai Rp275,00 per dolar dengan harga beli yang dijatuhkan ke posisi Rp17.855,00.
Rapatnya jarak harga pada e-Rate memberikan jaminan perlindungan nilai modal bagi nasabah ritel maupun pelaku bisnis, sehingga meminimalkan potensi kerugian kurs akibat potongan ongkos operasional harian pihak perbankan.
Disclaimer: Informasi pergerakan nilai tukar mata uang asing (kurs) ini disusun secara faktual berdasarkan visualisasi data transaksi resmi Bank Central Asia per tanggal 5 Juni 2026. Nilai nominal pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti regulasi bank serta kondisi volatilitas bursa keuangan global. Seluruh ulasan ini ditujukan sebagai informasi publikasi jurnalisme ekonomi umum dan bukan instruksi mengikat untuk transaksi finansial tertentu.
Editor : Agung Sedana