Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dapur MBG Banyak Tutup, Harga Ayam Broiler di Situbondo Anjlok hingga Rp 20 Ribu

Ahmad Rifa'ie • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:59 WIB
ANJLOK: Pedagang ayam di Pasar Tradisional Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Kamis (11/6). (Ahmad Rifa
ANJLOK: Pedagang ayam di Pasar Tradisional Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Kamis (11/6). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Harga daging ayam broiler anjlok hingga menyentuh Rp 20 ribu per kilogram di beberapa pasar tradisional di Situbondo. Keadaan ini selain disebabkan oleh melimpahnya stok, juga karena banyak dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tutup.

Harga daging ayam turun karena dalam beberapa waktu terakhir lantaran banyak dapur MBG yang tidak beroperasi. Padahal, pasokan ayam cukup banyak diserap oleh program tersebut.

Akibatnya, stok ayam melimpah di pasaran dan harga pun turun drastis. Jika biasanya harga ayam berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram.

“Kalau ada MBG, harga daging ayam mahal karena permintaan tinggi. Tapi setelah banyak dapur MBG tutup dan suplai ayam broiler tetap banyak, akibatnya harga daging ayam anjlok,” kata Halimah, salah seorang pedagang ayam di Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji, Kamis (11/6).

Dia mengungkapkan bahwa diperkirakan sudah sekitar satu minggu banyak dapur MBG tidak beroperasi. Sejak tujuh hari terakhir, harga ayam terus menurun hingga saat ini mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Bahkan, bukan tidak mungkin harga akan menyentuh Rp 20 ribu per kilogram apabila dapur MBG belum juga dibuka kembali.

“Harganya terus turun dari hari ke hari. Sampai hari ini, harganya sudah Rp 20 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Dia berharap ke depan harga ayam bisa kembali normal. Pasalnya, jika harga terus menurun, bukan hanya peternak yang merugi karena biaya pakan, tetapi pedagang juga mengalami kerugian karena keuntungan sangat menipis. “Semoga ke depan meski banyak dapur tutup, harga ayam bisa kembali normal, paling tidak di angka Rp 28 ribu ke atas agar sama-sama nyaman, baik pembeli maupun pedagang,” jelasnya.

Sementara itu, Inayah, salah seorang pembeli di Pasar Senggol, mengaku harga ayam bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Ia sendiri membeli dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

“Saya tadi pagi beli Rp 20 ribu per kilogram. Tapi ada tetangga yang beli Rp 22 ribu per kilogram. Jadi ada selisih harga sekitar Rp 2 ribu,” ujarnya.

Harga daging ayam broiler mulai turun sejak dua hari terakhir. Sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram, namun kini anjlok hingga Rp 20 ribu per kilogram. “Kemungkinan juga efek dari tutupnya sebagian dapur MBG, karena beberapa bulan terakhir harga ayam sangat mahal dan sekarang turun drastis,” jelasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #harga daging #ayam