RADARSITUBONDO.ID - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan pemulihan ke zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Kamis, 25 Juni 2026. Hingga jeda siang pukul 12:00 WIB, saham emiten batu bara ini bertengger di level Rp151 per lembar, mengalami kenaikan sebesar 3,42 persen atau bertambah 5 poin dari harga penutupan hari sebelumnya di Rp146.
Pergerakan positif ini menjadi angin segar setelah pada hari sebelumnya, Rabu, 24 Juni 2026, harga saham BUMI sempat terpuruk hingga melemah 11 persen akibat sentimen negatif pasca-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan harian yang cukup atraktif pada paruh pertama perdagangan, fluktuasi harga BUMI mencerminkan respons pasar yang sangat sensitif terhadap kepastian rencana korporasi ke depan.
Baca Juga: MVP Perbankan Hari Ini! Saham BBCA Malah Terbang 3,38% Usai Bagi-Bagi Dividen
Pergerakan intraday memperlihatkan volatilitas tinggi dengan rentang harga terendah berada di Rp143 pada sekitar pukul 10:00 WIB, sebelum akhirnya merangkak naik menuju harga tertinggi harian di Rp152 menjelang istirahat makan siang.
Pemulihan Sesi Pertama di Tengah Bayang-Bayang Koreksi Massal
Kenaikan harga saham BUMI pada 25 Juni 2026 merupakan bentuk perlawanan pasar (technical rebound) setelah mengalami tekanan jual yang masif. Penurunan tajam sebesar 11 persen pada hari sebelumnya dipicu oleh kekecewaan pasar terhadap hasil atau keputusan yang berkembang selama RUPST tahun buku 2025.
Pengurangan nilai kapitalisasi pasar secara mendadak tersebut kerap terjadi pada saham komoditas ketika ekspektasi pemegang saham, baik mengenai pembagian dividen maupun rencana aksi korporasi jangka pendek, tidak terpenuhi sepenuhnya.
Pada sesi pertama ini, volume perdagangan tercatat mencapai 2,17 miliar lembar saham. Angka ini masih berada di bawah rata-rata volume harian jangka panjang yang berada di kisaran 4,53 miliar lembar saham.
Volume yang belum menembus angka rata-rata mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar masih bersikap responsif-hati-hati (wait and see) dan memanfaatkan momentum koreksi tajam hari sebelumnya untuk melakukan aksi spekulasi jangka pendek (scalping) atau pembelian di harga bawah (buy on weakness).
Beban Rasio Premium di Sektor Siklikal
Sisi lain yang jarang disorot dari struktur pasar BUMI saat ini adalah valuasi harga yang relatif premium untuk sebuah saham di sektor komoditas siklikal. Berdasarkan data fundamental teranyar, saham BUMI diperdagangkan dengan Price to Earnings (P/E) Ratio sebesar 35,30 kali. Angka ini tergolong tinggi untuk industri pertambangan batu bara, yang biasanya memiliki rata-rata P/E global di bawah dua digit.
Tingginya rasio P/E ini disebabkan oleh nilai Laba per Saham atau Earnings Per Share (EPS) yang berada di level Rp4, berbanding terbalik dengan total saham beredar (shares outstanding) yang sangat masif, yakni mencapai 371,34 miliar lembar saham. Jumlah saham beredar yang luar biasa besar ini menciptakan efek dilusi yang kuat terhadap laba bersih per saham, sehingga pergerakan harga saham menjadi sangat sensitif terhadap perubahan volume likuiditas di pasar harian.
Sisi positifnya, kapitalisasi pasar BUMI saat ini masih terjaga di angka Rp56,07 triliun. Posisi harga Rp151 juga mencerminkan jarak aman yang cukup jauh dari level terendah dalam 52 pekan terakhir (52-week low) di harga Rp103, meskipun masih berada jauh di bawah level tertinggi tahunannya (52-week high) yang sempat menyentuh Rp484 per lembar saham.
Rangkuman Parameter Kinerja Saham BUMI (Per 25 Juni 2026)
- Harga Terakhir: Rp151,00
- Perubahan Harian: +3,42% (+5,00 poin)
- Harga Penutupan Sebelumnya: Rp146,00
- Harga Pembukaan: Rp146,00
- Rentang Harga Harian: Rp143,00 – Rp152,00
- Rentang Harga 52 Pekan: Rp103,00 – Rp484,00
- Kapitalisasi Pasar: Rp56,07 Triliun
- Total Saham Beredar: 371,34 Miliar Lembar
- Volume Perdagangan Sesi I: 2,17 Miliar Lembar
- Rata-Rata Volume Harian: 4,53 Miliar Lembar
- Price to Earnings (P/E) Ratio: 35,30 Kali
- Earnings Per Share (EPS): Rp4,00
Prospek dan Skenario Pergerakan Selanjutnya
Melihat pergerakan harga pada grafik intraday yang membentuk tren naik konsisten sejak pukul 10:00 WIB hingga penutupan sesi pertama, tekanan jual jangka pendek tampak mulai mereda. Level Rp143 berhasil diuji sebagai area dukungan (support) psikologis baru yang cukup kuat untuk menahan kejatuhan harga lebih dalam.
Ke depan, kesinambungan pemulihan harga saham BUMI akan sangat bergantung pada rilis detail hasil RUPST tahun buku 2025 secara tertulis dan strategi manajemen dalam menghadapi fluktuasi harga batu bara global. Jika saham ini mampu bertahan di atas level Rp150 pada penutupan perdagangan harian, peluang untuk menguji area resistansi berikutnya di kisaran Rp158 hingga Rp165 akan terbuka secara teknikal. Sebaliknya, apabila volume perdagangan terus menyusut, risiko konsolidasi di area Rp140-Rp145 masih tetap terbuka bagi investor.
Disclaimer: Artikel ini bersifat analisis informasi berdasarkan data pasar terbuka dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau paksaan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pelaku pasar.
Editor : Agung Sedana