Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Panen Raya Kopi, Buruh dari Luar Desa Banjiri Taman Dadar

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:10 WIB
PANEN RAYA: Warga sibuk memanen kopi di Dusun Taman Dadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Selasa (7/7). (HUMAIDI/JPRS)
PANEN RAYA: Warga sibuk memanen kopi di Dusun Taman Dadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Selasa (7/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Musim panen raya kopi di Dusun Taman Dadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, membawa berkah bagi para petani sekaligus membuka lapangan kerja bagi buruh tani dari berbagai desa. Sejak Selasa (7/7), kawasan sentra kopi tersebut dipenuhi pekerja yang datang untuk membantu memanen buah kopi yang sedang memasuki puncak musim.

Sejak pagi hari, puluhan buruh panen berdatangan menggunakan berbagai moda transportasi. Sebagian menaiki pikap dan truk, sementara lainnya menembus jalan berbatu dengan sepeda motor. Mereka membawa karung dan ember plastik sebagai perlengkapan memetik kopi di kebun milik warga.

Suasana Dusun Taman Dadar pun berubah menjadi lebih sibuk. Di setiap sudut kebun terlihat aktivitas memetik buah kopi, menimbang hasil panen, hingga mengangkutnya menuju pengepul.

"Bulan ini sudah masuk musim panen raya. Banyak pekerja dari luar desa datang menjadi buruh panen kopi," ujar Gafur, salah seorang petani kopi di Dusun Taman Dadar.

Menurutnya, kedatangan buruh dari luar desa bukan tanpa alasan. Hampir seluruh warga Taman Dadar sedang sibuk memanen kopi di lahan milik masing-masing sehingga tidak ada tenaga yang bisa membantu petani lain.

"Warga sini tidak sempat kerja ke orang lain karena semuanya sibuk mengurus lahannya sendiri," kata Gafur yang mengelola kebun kopi seluas sekitar tiga hektare.

Ia menjelaskan, sistem pembayaran buruh dilakukan berdasarkan hasil petikan. Para petani memberikan upah Rp 2.500 untuk setiap kilogram kopi yang berhasil dipanen.

Dalam sehari, seorang buruh rata-rata mampu memetik antara 30 hingga 40 kilogram buah kopi. Bahkan, buruh yang sudah berpengalaman bisa menghasilkan hingga satu kuintal dalam sehari.

"Kalau bayaran dari petani lokal Rp 2.500 per kilogram. Kalau yang kerja ke PTPN upahnya sekitar Rp 200. Lebih murah, mungkin karena dipotong biaya operasional," jelasnya.

Selain panen yang melimpah, petani juga diuntungkan dengan harga jual kopi yang dinilai cukup baik. Saat ini, kopi dihargai sekitar Rp 25 ribu per kilogram sehingga memberikan keuntungan yang lebih layak dibandingkan menjual hasil panen ke PTPN.

"Kalau jual ke PTPN harganya kurang pas, terlalu murah. Modalnya tidak nutut, jadi kami lebih memilih menjual langsung ke tengkulak," tegas Gafur.

Musim panen raya kopi di Taman Dadar diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. Tingginya kebutuhan tenaga kerja menjadi penopang tambahan ekonomi bagi masyarakat sekitar, sementara harga kopi yang relatif stabil memberi harapan bagi petani untuk memperoleh hasil panen yang lebih menguntungkan tahun ini. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Taman Dadar #buruh panen #petani kopi #Panen Kopi #Harga Kopi