RADARSITUBONDO.ID - Pemanfaatan teknologi digital terus menjadi salah satu cara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. Bersama Danantara, BRI memperkuat transformasi digital agar kebutuhan finansial masyarakat dapat diakses dengan lebih mudah melalui berbagai kanal layanan.
Salah satu penggerak utama transformasi tersebut adalah Super App BRImo. Platform digital BRI itu memungkinkan nasabah mengakses sekaligus mengelola beragam kebutuhan finansial melalui satu aplikasi, kapan pun dan dari mana pun.
Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna. Dalam periode yang sama, transaksi finansial melalui BRImo mencapai 3,32 miliar transaksi dengan total volume mencapai Rp4.166 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan perbankan digital dalam aktivitas masyarakat. BRImo tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dasar seperti transfer dan pembayaran, tetapi juga telah berkembang untuk mendukung berbagai kebutuhan finansial, investasi, hingga aktivitas gaya hidup.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pertumbuhan BRImo berjalan seiring dengan percepatan transformasi digital yang dilakukan BRI. Bersama Danantara, transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan teknologi sekaligus memperluas manfaat digitalisasi bagi masyarakat.
“Melalui transformasi BRIvolution Reignite dan sinergi bersama Danantara, BRI terus memperkuat kapabilitas digital untuk memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada masyarakat dalam mengelola kebutuhan finansialnya. BRImo menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut dengan menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi banyak nasabah dalam setiap segmen dalam satu ekosistem,” ujar Saladin.
Untuk mendukung pengembangan layanan digital, BRI juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi. Penguatan tersebut dilakukan bersamaan dengan integrasi berbagai kanal transaksi agar layanan perbankan dapat menjangkau kebutuhan nasabah secara lebih luas.
Ekosistem layanan BRI mencakup jaringan ATM dan CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga BRILink Agen. Kehadiran berbagai kanal tersebut memungkinkan nasabah dari beragam segmen memperoleh akses layanan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Dengan penguatan kanal digital dan jaringan fisik secara bersamaan, BRI berupaya memastikan perkembangan teknologi tidak hanya berpusat pada penggunaan aplikasi. Infrastruktur layanan tetap diperkuat untuk menopang kebutuhan transaksi masyarakat yang terus bertumbuh.
Pengembangan BRImo juga diarahkan mengikuti perubahan kebutuhan finansial masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah fitur Toggle Nabung Emas Otomatis.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan transfer sekaligus membeli emas dalam satu transaksi. Nilai pembelian emas dapat dimulai dari Rp10.000 sehingga memberikan pilihan bagi masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan investasi melalui nominal yang relatif terjangkau.
Kehadiran fitur tersebut memperluas fungsi BRImo dari sekadar aplikasi transaksi perbankan. Aktivitas menabung dan investasi dapat dilakukan bersamaan dengan kebutuhan finansial sehari-hari dalam satu ekosistem digital.
Selain kebutuhan finansial, BRImo juga mengakomodasi aktivitas masyarakat di luar transaksi perbankan. Melalui fitur Aktivitas Seru, pengguna dapat membeli tiket transportasi maupun tiket destinasi wisata dalam satu platform.
Pada sisi pembayaran, BRI turut memperluas pilihan transaksi melalui QRIS Tap. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan cara mendekatkan smartphone ke perangkat merchant tanpa harus melakukan pemindaian kode QR secara manual.
Pengembangan berbagai fitur tersebut menjadi bagian dari upaya BRI mengikuti pola aktivitas masyarakat yang semakin terhubung dengan layanan digital. Kemudahan transaksi sekaligus integrasi berbagai kebutuhan menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan dalam ekosistem BRImo.
Namun, semakin luasnya aktivitas finansial secara digital juga diikuti dengan perhatian terhadap aspek keamanan. BRI menempatkan keamanan sistem dan perlindungan data sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembaruan teknologi, penguatan mitigasi risiko, serta edukasi kepada nasabah mengenai pentingnya menjaga keamanan ketika melakukan transaksi digital. Edukasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan penggunaan layanan digital berjalan seiring dengan pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi.
Di sisi bisnis, peningkatan aktivitas transaksi melalui BRImo juga memberikan kontribusi terhadap penguatan fundamental BRI. Pertumbuhan transaksi digital turut mendukung struktur pendanaan perseroan, terutama dana murah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar peningkatan jumlah transaksi melalui aplikasi. Digitalisasi juga menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperkuat ekosistem perbankan sekaligus memperluas akses layanan keuangan.
Momentum kemerdekaan pun menjadi pengingat mengenai pentingnya pemerataan kesempatan ekonomi. Melalui pengembangan layanan digital, BRI bersama Danantara berupaya memperluas akses agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhannya.
“Dalam momentum kemerdekaan, peran tersebut menjadi bagian dari upaya nyata BRI bersama Danantara untuk memperluas kesempatan masyarakat agar semakin berdaya secara ekonomi. Transformasi digital diharapkan tak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi pengungkit bagi terciptanya akses dan kesempatan ekonomi yang semakin merata,” tutupnya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : BRI