Kelompok Usaha Harapan Bersama Sumedang Kian Berkembang Berkat Program AURA BRI Peduli

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:22 WIB
Kelompok Usaha Harapan Bersama asal Sumedang. (BRI)
Kelompok Usaha Harapan Bersama asal Sumedang. (BRI)

 

RADARSITUBONDO.ID - Berawal dari usaha rumahan yang memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, kini berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat

Kelompok yang diketuai Sri Dolar Damayanti tersebut resmi terbentuk pada 2019. Kehadirannya tidak terlepas dari perkembangan HJ. NONOH Snack yang telah memproduksi berbagai makanan ringan tradisional sejak 2014.

Usaha yang dirintis dari skala rumahan itu kemudian berkembang dan melibatkan masyarakat sekitar. Bagi para anggota, Kelompok Usaha Harapan Bersama tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan produk makanan, tetapi juga membuka kesempatan memperoleh penghasilan dan membantu perekonomian keluarga.

Peran tersebut semakin terasa ketika pandemi COVID-19 melanda. Di tengah tekanan ekonomi dan terbatasnya kesempatan kerja, aktivitas kelompok menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif.

Dengan mengandalkan resep yang diwariskan secara turun-temurun, kelompok ini mempertahankan produksi makanan ringan khas Sunda. Produk yang dibuat antara lain emping melinjo original, opak, opak ketan bakar, opak kembung, raginang, kolontong, serta berbagai jenis keripik.

Konsistensi dalam mempertahankan cita rasa tradisional dan menjaga kualitas produk membuat makanan olahan Kelompok Usaha Harapan Bersama semakin dikenal. Permintaan dari pasar pun terus berkembang, terutama pada periode tertentu ketika kebutuhan konsumen meningkat.

Namun, pertumbuhan permintaan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kapasitas produksi harus ditingkatkan agar dapat memenuhi pesanan, sementara sebagian tahapan produksi masih menghadapi kendala teknis.

Salah satu persoalan yang cukup terasa adalah proses pengeringan. Ketergantungan pada sinar matahari membuat kegiatan produksi menjadi lebih rentan terganggu ketika memasuki musim hujan.

"Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar, terutama saat musim-musim tertentu seperti Hari Raya dan Tahun Baru. Selain itu, proses produksi juga memiliki risiko lebih besar ketika musim hujan karena kami masih bergantung pada proses penjemuran dan keterbatasan alat pengering," ujar Sri.

Kondisi tersebut kemudian mendapat dukungan melalui Program AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve) yang diinisiasi BRI Peduli. Pada 2026, Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.

Program AURA menjadi bagian dari upaya BRI Peduli dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Dukungan diberikan agar kelompok usaha masyarakat dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Bagi Kelompok Usaha Harapan Bersama, dukungan tersebut memberikan perubahan dalam proses produksi. Aktivitas pengeringan kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca sehingga proses produksi dapat berlangsung lebih stabil.

Perubahan itu menjadi penting ketika permintaan meningkat. Dengan proses pengeringan yang lebih optimal, kelompok memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga kelancaran produksi sekaligus memenuhi pesanan pelanggan.

Selain proses produksi, sistem penyimpanan produk juga menjadi lebih tertata. Penataan yang lebih rapi dan higienis membantu kelompok menjaga kualitas makanan yang dihasilkan sebelum dipasarkan kepada konsumen.

"Setelah mengikuti Program AURA dari BRI, proses produksi kami menjadi lebih lancar dan meningkat. Proses pengeringan tidak lagi bergantung pada cuaca matahari, sementara sistem penyimpanan menjadi lebih baik, lebih rapi, dan higienis. Dampaknya, beberapa pelanggan rutin, seperti toko dan distributor, mulai menambah jumlah pesanannya," imbuhnya.

Peningkatan kapasitas produksi kemudian ikut membuka peluang baru bagi perkembangan usaha. Efisiensi dalam proses produksi membuat kelompok lebih siap memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk toko dan distributor yang telah menjadi pelanggan tetap.

Bertambahnya jumlah pesanan menjadi salah satu indikator berkembangnya usaha yang dijalankan kelompok tersebut. Di sisi lain, peningkatan aktivitas produksi juga membuka peluang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh para anggota.

Bagi Sri, penguatan UMKM di pedesaan memiliki arti penting karena banyak usaha masyarakat bertumpu pada potensi lokal. Produk makanan tradisional menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan kuliner daerah dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia berharap semakin banyak kelompok usaha di daerah mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kapasitasnya. Menurutnya, pembinaan, pengembangan kemampuan usaha, serta akses terhadap layanan keuangan menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat bertahan sekaligus berkembang.

"Kami juga bersyukur telah menjadi mitra dan nasabah BRI selama ini karena mendapatkan fasilitas permodalan dan pembinaan. Semoga ke depan BRI tetap menjadi mitra usaha untuk semua dan kami dapat terus tumbuh dan berkembang bersama BRI," tutupnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan Program AURA BRI Peduli terus diarahkan untuk memperkuat peran perempuan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga penguatan kapasitas kewirausahaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok usaha perempuan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.

"Kisah Kelompok Usaha Harapan Bersama di Sumedang menunjukkan bahwa Program AURA BRI Peduli mampu memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," ujar Dhanny.

Program AURA BRI Peduli sendiri telah diluncurkan sejak 2021. Hingga saat ini, program tersebut telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : BRI
BRI Peduli Pemberdayaan UMKM AURA bbri bri