Kisah Randy Wijaya, Mantri BRI yang Menembus Jalan Sulit demi Nasabah Cianjur Selatan

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:03 WIB
Randy Wijaya, Mantri BRI yang rela terobos kabut dan jalan terjal demi menjaga asa pelaku usaha Cianjur Selatan. (BRI)
Randy Wijaya, Mantri BRI yang rela terobos kabut dan jalan terjal demi menjaga asa pelaku usaha di Cianjur Selatan. (BRI)

 

RADARSITUBONDO.ID - Bagi sebagian orang, perjalanan menuju rumah nasabah mungkin hanya membutuhkan kendaraan bermotor. Namun, kondisi berbeda di sejumlah wilayah Cianjur Selatan. Jalan berbatu, tanjakan curam, hingga akses yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menjadi bagian dari perjalanan untuk memastikan layanan perbankan tetap menjangkau masyarakat.

Kondisi tersebut sudah menjadi keseharian Randy Wijaya, Mantri BRI Unit Cibinong, Kantor Cabang Cianjur. Selama lebih dari dua tahun, Randy menjalankan tugas dengan mendatangi dan mendampingi ratusan pelaku usaha yang berada di wilayah binaannya.

Bagi Randy, tugas sebagai Mantri BRI tidak berhenti pada aktivitas pelayanan perbankan. Pertemuan langsung dengan nasabah menjadi bagian penting untuk memahami kondisi usaha, kebutuhan pembiayaan, hingga perkembangan ekonomi keluarga yang bergantung pada usaha tersebut.

"Sejak awal, saya memilih berkarier sebagai Mantri BRI karena saya ingin memiliki pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan yang layak, tetapi juga memberi kesempatan untuk bertemu, membantu, dan tumbuh bersama masyarakat. Menjadi Mantri bukan sekadar pekerjaan bagi saya, tetapi juga sebuah amanah untuk mendampingi para pelaku usaha agar dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Saya merasa bangga ketika bisa melihat nasabah yang awalnya merintis usaha kecil, kemudian berkembang berkat pendampingan dan fasilitas yang diberikan BRI," ujar Randy.

Sebagian besar nasabah yang menjadi bagian dari wilayah binaan Randy merupakan penyadap gula aren. Mereka menggantungkan penghasilan keluarga dari hasil panen yang dikumpulkan dari aktivitas penyadapan tersebut.

Dalam kunjungannya, Randy tidak hanya memantau kondisi pinjaman nasabah. Ia juga berdiskusi mengenai kebutuhan usaha, mengenalkan solusi pembiayaan yang tersedia di BRI, serta mengikuti perkembangan usaha yang dijalankan para nasabah.

Pendekatan secara langsung membuat komunikasi antara Randy dan nasabah berlangsung lebih dekat. Ia berusaha memahami kondisi usaha dari percakapan sehari-hari, termasuk ketika bertemu nasabah di rumah.

Dalam sejumlah kesempatan, pembicaraan bahkan berlangsung santai di beranda rumah nasabah sambil menikmati kopi yang disuguhkan. Dari interaksi sederhana tersebut, Randy dapat menggali lebih jauh persoalan yang dihadapi nasabah sekaligus memahami kebutuhan usaha mereka.

Selain pendampingan usaha dan pembiayaan, Randy turut mengenalkan layanan BRI yang dapat mendukung aktivitas masyarakat di wilayah binaannya, termasuk BRILink Agen. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Perjalanan Randy menemui nasabah bukan tanpa tantangan. Kondisi geografis wilayah Cianjur Selatan membuat mobilitas harus disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Jalan yang rusak, medan berbatu, tanjakan, perubahan cuaca, hingga keterbatasan jaringan telekomunikasi menjadi sejumlah kendala yang harus dihadapi.

Dalam kondisi tertentu, kendaraan bermotor tidak dapat digunakan untuk mencapai lokasi nasabah. Randy pun harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki agar dapat tetap bertemu dengan nasabah yang berada di wilayah binaannya.

Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam menjalankan aktivitas tersebut. Hujan dapat mengubah kondisi jalan sekaligus memengaruhi rencana kunjungan yang sebelumnya telah disusun.

"Faktor cuaca menjadi tantangan utama karena bisa mengubah rencana yang sudah dijadwalkan. Belum lagi kondisi jalan yang rusak dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Karena itu, saya selalu menyiapkan perlengkapan khusus untuk menghadapi berbagai kondisi agar tugas dan tanggung jawab kepada nasabah tetap dapat dijalankan," ungkap Randy.

Bagi Randy, tantangan di lapangan merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan untuk menjaga komunikasi dengan nasabah. Pertemuan secara langsung juga memberinya kesempatan untuk melihat kondisi usaha secara lebih nyata, bukan sekadar melalui laporan atau komunikasi jarak jauh.

Pendampingan yang dilakukan Randy menjadi gambaran bagaimana peran Mantri BRI tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan. Kehadiran Mantri di tengah masyarakat juga berkaitan dengan upaya memahami karakteristik usaha dan kebutuhan nasabah di setiap wilayah.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, kisah Randy menunjukkan dedikasi para Mantri BRI dalam mendampingi pelaku usaha. Menurutnya, kedekatan dengan nasabah menjadi salah satu kekuatan penting untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan layanan yang sesuai dengan kondisi di daerah.

"Peran Mantri tidak hanya menghadirkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan para pelaku usaha melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kedekatan tersebut memungkinkan BRI memahami kebutuhan nasabah secara lebih baik sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristik usaha dan potensi di setiap daerah. Pendekatan ini memperkuat peran BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas inklusi keuangan," pungkas Akhmad.

Kisah Randy di Cianjur Selatan memperlihatkan bahwa akses layanan perbankan tidak selalu hadir melalui jalan yang mudah. Di tengah medan yang sulit, perjalanan menuju nasabah tetap dilakukan untuk memastikan pendampingan usaha berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat dipahami secara langsung.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : BRI
Inklusi Keuangan Mantri BRI bbri bri