Menembus Laut dan Jalur Terjal, Perjuangan Mantri BRI Layani Warga Pulau-Pulau Maluku Utara

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Wiranto Jumran, Mantri BRI Unit Bacan, Kantor Cabang Ternate yang bertugas melayani dan membina masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara. (BRI)
Wiranto Jumran, Mantri BRI Unit Bacan, Kantor Cabang Ternate yang bertugas melayani dan membina masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara. (BRI)

 

RADARSITUBONDO.ID - Di tengah gugusan kepulauan Maluku Utara, laut menjadi jalur utama yang menghubungkan masyarakat dari satu pulau ke pulau lainnya. Namun, ketika ombak meninggi dan angin bertiup kencang, perjalanan antarpulau bukan perkara mudah.

Kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan dalam menghadirkan layanan perbankan. Bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir, akses menuju layanan keuangan formal terkadang harus ditempuh dengan perjalanan yang panjang dan tidak mudah.

Situasi itu menjadi bagian dari keseharian Wiranto Jumran, Mantri BRI Unit Bacan, Kantor Cabang Ternate. Ia bertugas membina ratusan debitur yang tersebar di 34 desa pada tujuh pulau di wilayah Maluku Utara.

Sebagian besar masyarakat yang menjadi binaannya berprofesi sebagai nelayan, petani, hingga pedagang kecil. Aktivitas Wiranto bukan sekadar mendatangi nasabah untuk melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses layanan keuangan.

Dalam menjalankan tugasnya, Wiranto turut melayani masyarakat melalui Teras BRI Kapal Bahtera Seva II. Layanan perbankan terapung tersebut menjadi salah satu upaya BRI menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

"Saya ingin berkarier di BRI karena ingin terus belajar dan menambah pengalaman di dunia bisnis. Di sisi lain, tanggung jawab serta dukungan keluarga juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjalankan tugas di BRI. Hal yang paling berkesan adalah melihat masyarakat di berbagai pulau menyambut kedatangan Teras BRI Kapal dengan antusias. Masyarakat merasa senang karena layanan perbankan kini hadir lebih dekat, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari pelayanan tersebut," ujar Wiranto.

Hari-hari Wiranto diisi dengan perjalanan menuju desa-desa binaan. Ia melayani kebutuhan masyarakat terkait simpanan maupun pinjaman sekaligus mengenalkan berbagai produk BRI yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi warga.

Pembiayaan yang diberikan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha. Nelayan menggunakannya untuk mendukung kegiatan usaha, begitu pula petani dan pedagang kecil yang membutuhkan tambahan modal agar aktivitas ekonomi mereka dapat terus berjalan.

Bagi Wiranto, perkembangan usaha nasabah menjadi salah satu hal yang membuat pekerjaannya memiliki arti. Melihat masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan modal kemudian mampu mengembangkan usaha menjadi kepuasan tersendiri dalam menjalankan tugas sebagai Mantri BRI.

Namun, perjalanan untuk memberikan layanan tersebut tidak selalu berlangsung lancar. Kondisi cuaca di wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi ketika menjalankan pelayanan.

Ketika Teras BRI Kapal Bahtera Seva II tidak dapat merapat karena ombak tinggi atau angin kencang, Wiranto bersama tim harus mencari cara lain agar pelayanan tetap dapat dilanjutkan. Perahu karet menjadi pilihan untuk membawa mereka menuju daratan.

Perjalanan belum selesai setelah tiba di daratan. Untuk mencapai desa tujuan, Wiranto dan tim terkadang masih harus melanjutkan perjalanan melalui jalur yang menanjak dan cukup terjal.

Medan tersebut harus ditempuh agar masyarakat tetap dapat memperoleh layanan perbankan tanpa harus melakukan perjalanan jauh untuk mendatangi layanan keuangan formal.

"Bagi saya, tugas sebagai Mantri BRI adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Pengalaman melayani masyarakat di wilayah kepulauan mengajarkan saya untuk selalu memberikan layanan dengan setulus hati dan memberikan yang terbaik. Saya juga menyadari masih banyak masyarakat di desa dan wilayah kepulauan yang harus berjuang hanya untuk mendapatkan layanan perbankan. Karena itu, saya ingin terus menjalankan tugas ini sebaik mungkin agar kehadiran BRI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Wiranto.

Kehadiran layanan perbankan di wilayah kepulauan menjadi penting karena aktivitas ekonomi masyarakat sangat bergantung pada akses yang mudah terhadap layanan keuangan. Bagi nelayan, petani, dan pedagang kecil, akses tersebut dapat mendukung kebutuhan usaha sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ekonomi mereka.

Perjalanan Wiranto juga memperlihatkan bagaimana layanan perbankan tidak selalu hadir melalui kantor konvensional. Di wilayah dengan kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau, layanan harus mengikuti karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pengalaman Wiranto mencerminkan komitmen BRI untuk terus menghadirkan layanan perbankan bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis.

"Di balik setiap perjalanan yang ditempuh para pekerja BRI, terdapat semangat untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan. Bagi BRI, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang," ujar Dhanny.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : BRI
Mantri BRI Teras BRI Kapal Bahtera Seva II Kepulauan bbri bri