RADARSITUBONDO.ID - Usaha keripik pisang yang dirintis Wiliyah Wiji Astutik dari rumah pada 2019 kini berkembang hingga menjangkau pasar internasional.
Melalui PT WWA Andik Sukses, produk Keripik Pisang Visang asal Sidoarjo, Jawa Timur, kini dipasarkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga telah merambah Malaysia dan Hong Kong.
Usaha tersebut bermula dari persoalan sederhana di lingkungan Wiliyah. Pisang yang melimpah di sekitarnya lebih banyak dijual dalam kondisi mentah dengan nilai jual yang relatif rendah.
Baca Juga: 108 Tim Berebut Gelar BRI Youth Champions League 2026, Talenta Muda Dibina Bersama BARCA Academy
Wiliyah kemudian mengolah pisang tersebut menjadi produk makanan ringan untuk memberikan nilai tambah sekaligus membantu perekonomian keluarganya.
Berawal dari eksperimen di dapur rumah
Wiliyah memulai produksi keripik pisang dengan peralatan sederhana dari rumah.
Pada tahap awal, ia melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan tekstur, tingkat kerenyahan, teknik pengolahan, dan varian rasa yang sesuai dengan selera konsumen.
"Awalnya banyak uji coba untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang tepat. Saya ingin membuat camilan yang enak, berkualitas, dan bisa dinikmati semua kalangan," ujar Wiliyah.
Produk yang kemudian dikembangkan memiliki bentuk tipis dan bulat menyerupai keripik kentang, tetapi tetap mempertahankan karakter pisang.
Salah satu cirinya adalah penggunaan rasa alami pisang tanpa tambahan gula. Varian pisang manis disebut menjadi produk yang paling banyak dicari pelanggan.
Baca Juga: Kisah Sri Purwanti, Nasabah BRI yang Sukses Bangun Usaha Kuliner di Taipei
Bergabung dengan Rumah BUMN BRI
Perkembangan usaha Wiliyah memasuki tahap baru ketika ia bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2021.
Informasi mengenai program tersebut diperolehnya dari sesama pelaku UMKM binaan di desanya.
Setelah bergabung, Wiliyah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas usaha, mulai dari kurasi BRIncubator, BRILiaNpreneur, bazar klaster di Regional Office Surabaya, pelatihan desain kemasan, fotografi produk, hingga digital marketing.
Pendampingan juga mencakup penguatan kapasitas melalui ekosistem e-commerce.
"Rumah BUMN sangat berpengaruh dalam perjalanan usaha saya. Mulai dari pengembangan kemasan hingga perluasan relasi bisnis, semuanya sangat membantu," ungkap Wiliyah.
Menurut bahan BRI, rangkaian pendampingan tersebut membantu usaha Wiliyah beradaptasi dengan perkembangan pasar sekaligus memperluas akses pemasaran.
Pasar keripik pisang meluas ke luar negeri
Saat ini, produk PT WWA Andik Sukses dipasarkan melalui kanal offline dan digital.
Jangkauan penjualannya tidak lagi terbatas pada pasar lokal. Produk tersebut disebut telah masuk ke pasar internasional, termasuk Malaysia dan Hong Kong.
Perluasan pasar menjadi salah satu perkembangan penting bagi usaha yang awalnya dimulai dari dapur rumah dengan peralatan sederhana.
Selain menjual produk secara langsung, Wiliyah juga memanfaatkan sejumlah layanan digital untuk mendukung transaksi bisnis.
Gunakan BRImo dan QRIS BRI
Dalam menjalankan kegiatan usaha sehari-hari, Wiliyah menggunakan layanan perbankan BRI, termasuk Tabungan Simpedes dan QRIS BRI.
Ia juga memanfaatkan BRImo untuk membantu pengelolaan transaksi usaha.
"Manfaat yang paling terasa adalah transaksi menjadi jauh lebih mudah. Dengan BRImo dan QRIS BRI, pembayaran dari pelanggan jadi lebih praktis dan efisien," jelasnya.
Penggunaan layanan pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari perkembangan operasional usaha seiring bertambahnya jangkauan pasar.
Kini mempekerjakan delapan orang
Pertumbuhan bisnis PT WWA Andik Sukses juga berdampak pada kebutuhan tenaga kerja.
Saat ini, usaha tersebut telah mempekerjakan delapan orang.
Penambahan tenaga kerja menjadi salah satu dampak langsung dari perkembangan usaha yang awalnya dirintis secara rumahan tersebut.
Ke depan, Wiliyah menargetkan produknya dapat menjangkau pasar global yang lebih luas.
Ia juga berencana menambah varian rasa dan menghadirkan kemasan yang lebih ekonomis agar produknya dapat menjangkau lebih banyak kelompok konsumen.
BRI sebut UMKM punya peluang masuk pasar global
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan PT WWA Andik Sukses menunjukkan bahwa UMKM dapat berkembang dari skala rumahan hingga menjangkau pasar internasional.
Menurut dia, pendampingan melalui Rumah BUMN mencakup peningkatan kapasitas usaha, penguatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga digitalisasi bisnis.
"BRI meyakini bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan," ujar Dhanny.
Ia menambahkan, perkembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis pemiliknya, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
"Dari usaha yang dirintis dari rumah hingga mampu menembus pasar internasional, kisah ini menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang," kata Dhanny.
Perjalanan Keripik Pisang Visang memperlihatkan bagaimana pengolahan komoditas lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah. Dari produksi rumahan di Sidoarjo, produk tersebut kini disebut telah menjangkau konsumen di Malaysia dan Hong Kong.
Editor : Agung Sedana