Sepuluh Tahun Menahan Rindu, Yuni Akhirnya Bertemu Ibu di Taiwan Berkat Kejutan BRI

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:55 WIB
Yuni Lestari bertemu sang ibu, Suyati, di Taiwan setelah hampir satu dekade berpisah. Momen haru ini difasilitasi melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”. (BRI)
Yuni Lestari bertemu sang ibu, Suyati, di Taiwan setelah hampir satu dekade berpisah. Momen haru ini difasilitasi melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”. (BRI)

RADAR SITUBONDO - Kerinduan panjang yang dipendam Yuni Lestari selama hampir satu dekade akhirnya terbayar.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah sekitar 10 tahun bekerja di Taiwan itu mendapat kejutan dari BRI berupa pertemuan langsung dengan sang ibu, Suyati, dalam rangkaian Festival Budaya di New Taipei City, Taiwan, Minggu (23/8).

Momen tersebut menjadi sangat berarti karena sejak berangkat ke Taiwan sekitar 10 tahun lalu, Yuni belum pernah kembali ke Indonesia.

Selama berada di negeri orang, ia menjalani pekerjaan sebagai caregiver dan sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga di Tanah Air.

Keputusan Yuni untuk bekerja di Taiwan tidak datang tanpa alasan.

Kondisi ekonomi keluarga berubah setelah ayahnya mengalami kecelakaan.

Dalam situasi tersebut, Yuni mengambil keputusan untuk merantau dan menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga.

Perjalanan tersebut juga tidak selalu mudah.

Yuni mengaku pernah menghadapi beban kerja yang cukup berat dalam pekerjaan sebelumnya. 

Karena itu, pertemuan mendadak dengan sang ibu menjadi pengalaman emosional yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi,” katanya.

Pertemuan Yuni dengan Suyati difasilitasi melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”.

Suyati datang langsung dari Pati, Jawa Tengah, untuk menemui putrinya di Taiwan.

Bagi keduanya, pertemuan itu bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali merasakan kedekatan keluarga setelah bertahun-tahun terpisah.

Suyati juga mengungkapkan rasa syukurnya karena memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan anaknya di Taiwan.

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan seluruh tim BRI yang sudah membantu saya hingga bisa bertemu dengan anak saya di Taiwan,” imbuhnya.

Kejutan bagi Yuni kemudian berlanjut. BRI turut memfasilitasi tiket perjalanan Taiwan-Indonesia sehingga Yuni mendapat kesempatan kembali ke Tanah Air setelah hampir satu dekade bekerja jauh dari rumah.

Kepulangan tersebut menjadi momen penting karena keluarga selama ini menjadi alasan utama di balik perjuangannya di Taiwan.

Bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia, termasuk wilayah yang banyak memiliki keluarga dengan pengalaman merantau, kisah Yuni menggambarkan sisi lain kehidupan PMI.

Di balik pekerjaan dan penghasilan yang dikirimkan ke rumah, terdapat kerinduan, pengorbanan, serta harapan agar keluarga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan komunitas PMI.

Dukungan kepada PMI, menurut BRI, tidak hanya berkaitan dengan layanan finansial dan remitansi, tetapi juga perhatian terhadap perjalanan serta kebutuhan mereka selama bekerja di luar negeri.

BRI juga mendorong agar penghasilan PMI dapat dikelola secara lebih produktif melalui peningkatan literasi keuangan, tabungan, investasi, kepemilikan aset, persiapan modal usaha, hingga pengembangan keterampilan.

Harapannya, ketika kembali ke Tanah Air, PMI tidak hanya membawa hasil dari masa kerja di luar negeri, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi dirinya dan keluarga.

Kisah Yuni pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan seorang anak dengan ibunya.

Di dalamnya terdapat gambaran mengenai perjuangan keluarga, keteguhan para PMI, serta makna pulang setelah bertahun-tahun menahan rindu.

Pertemuan di Taiwan itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap perantauan, selalu ada keluarga yang menunggu kepulangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Pekerja Migran Indonesia PMI Taiwan Yuni Lestari Teman Seperjuangan BRI bri