GOTO Mentok Rp50, Tapi Pendapatan Kuartal II 2026 Bikin Kaget

Agung Sedana • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi pergerakan saham GOTO yang stagnan di level Rp50, mencerminkan kondisi perdagangan saham GoTo di pasar modal. (Radarsitubondo)
Ilustrasi pergerakan saham GOTO yang stagnan di level Rp50, mencerminkan kondisi perdagangan saham GoTo di pasar modal. (Radarsitubondo)

RADARSITUBONDO.ID - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup di level Rp50 per saham pada perdagangan 24 Agustus 2026. Pada saat yang sama, perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal II 2026 dengan laba bersih sebesar Rp252 miliar dan pendapatan mencapai Rp5,65 triliun.

Berdasarkan data yang ditampilkan di Google Finance, harga saham GOTO berada di Rp50 dengan perubahan harian 0 persen. Posisi tersebut juga menjadi level terendah dalam 52 minggu terakhir, sementara harga tertinggi dalam periode yang sama tercatat Rp73.

Pendapatan Lampaui Estimasi

Laporan keuangan kuartal II 2026 yang dirilis pada 29 Juli 2026 menunjukkan pendapatan GOTO sebesar Rp5,65 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 5,03 persen dibandingkan estimasi pasar sebesar Rp5,38 triliun.

Sementara itu, laba per saham (EPS) tercatat Rp0,31. Realisasi tersebut berada di bawah estimasi Rp0,35 atau meleset sekitar 11,22 persen.

Dalam transkrip paparan kinerja kuartal II 2026 yang ditampilkan pada laman Google Finance, GOTO melaporkan laba bersih sebesar Rp252 miliar.

Kapitalisasi Pasar Tembus Rp57,03 Triliun

Data perdagangan menunjukkan kapitalisasi pasar GOTO mencapai Rp57,03 triliun.

Perusahaan juga memiliki sekitar 1,19 triliun saham beredar. Volume transaksi pada perdagangan yang ditampilkan mencapai 7,61 juta saham, sedangkan rata-rata volume perdagangan berada di kisaran 58,75 juta saham.

Pada sesi perdagangan tersebut, harga pembukaan, tertinggi, dan terendah saham GOTO sama-sama berada di level Rp50.

Saham Masih Bergerak di Batas Bawah

Ringkasan yang ditampilkan Google Finance menyebut pergerakan saham GOTO dalam satu bulan terakhir relatif datar akibat batas bawah teknis harga saham.

Kondisi tersebut membuat harga saham tetap bertahan di level Rp50 meskipun perusahaan telah membukukan laba bersih pada kuartal II 2026.

Editor : Agung Sedana
Sumber : IDX, Google finance
goto tokopedia saham