BRI Peduli Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Kuliner dan Tata Rias untuk Peluang Usaha

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:40 WIB
BRI Peduli memberikan pelatihan keterampilan memasak kepada PMI di Taiwan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan membuka peluang kewirausahaan. (BRI)
BRI Peduli memberikan pelatihan keterampilan memasak kepada PMI di Taiwan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan membuka peluang kewirausahaan. (BRI)

RADAR SITUBONDO - Program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak hanya berkaitan dengan dukungan selama bekerja di luar negeri, tetapi juga bagaimana mereka memiliki bekal keterampilan untuk menata kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

Melalui program BRI Peduli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali memperkuat kapasitas PMI di Taiwan melalui kegiatan pelatihan yang diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis dan peluang kewirausahaan.

Program bertajuk “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities” menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan PMI secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan ruang belajar bagi PMI untuk mengenali keterampilan baru sekaligus melihat potensi yang dapat dikembangkan sebagai pilihan usaha maupun karier setelah kembali ke Indonesia.

Kegiatan dimulai melalui PMI Entrepreneur Connect pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, Taiwan.

Puluhan PMI mengikuti sesi pembelajaran yang dikemas dalam bentuk workshop dan praktik langsung memasak hidangan Taiwan.

Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai bahan makanan, tetapi juga mempelajari teknik pengolahan hingga penyajian.

Pendekatan berbasis praktik membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus memberi pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif.

Pelatihan memasak tersebut juga dilaksanakan bersama instruktur di Keelung District Fishermen’s Association.

Dalam kegiatan itu, PMI berkesempatan mengikuti seluruh tahapan pengolahan makanan secara langsung, mulai dari mengenali bahan, mengolah masakan, hingga menyajikannya.

Bagi peserta, pengalaman tersebut dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan mengisi waktu luang.

Keterampilan mengolah makanan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha kuliner, terutama ketika PMI telah kembali ke daerah asal dan memiliki kesempatan memanfaatkan pengalaman yang diperoleh selama berada di Taiwan.

Penguatan kapasitas berlanjut pada Minggu, 23 Agustus 2026, melalui Beautypreneur Empowerment Workshop.

Kegiatan ini memberikan pembelajaran tata rias melalui demonstrasi dan praktik bersama pelatih profesional.

Mengangkat konsep Beauty & Inclusivity, workshop tersebut menempatkan keterampilan kecantikan sebagai bentuk ekspresi diri yang dapat dipelajari oleh siapa saja.

Materi disusun secara praktis dan inklusif sehingga dapat diikuti peserta dengan latar belakang maupun tingkat kemampuan menggunakan makeup yang berbeda.

Peserta juga terlibat langsung dalam sesi demonstrasi dan praktik tata rias yang dipandu beauty trainer profesional berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Taiwan.

Pola pembelajaran seperti ini membuka peluang bagi PMI untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan personal, tetapi juga mempertimbangkan tata rias sebagai keahlian yang berpotensi dikembangkan menjadi jasa profesional.

Sifa, salah satu PMI asal Surabaya yang bekerja di Taiwan, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

Salah satunya adalah keterampilan mengolah masakan Taiwan yang menurutnya dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kegiatan ini juga mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia,” katanya.

Menurut Sifa, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi modal ketika PMI kembali ke Tanah Air.

Dengan kemampuan tersebut, PMI memiliki kesempatan untuk membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga.

Hal senada disampaikan Sumarsih, PMI asal Solo yang mengikuti kegiatan di Taiwan.

Ia menilai program pengembangan kapasitas dari BRI Peduli memberikan manfaat karena waktu libur PMI dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang positif dan produktif.

Pelatihan tata rias, menurut Sumarsih, tidak berhenti pada kemampuan memperbaiki dan merawat penampilan diri.

Keahlian tersebut juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan usaha jasa tata rias dan membuka peluang penghasilan baru.

“Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan,” harapnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRI telah menyiapkan roadmap pemberdayaan PMI yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut mencakup dukungan yang lebih luas, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), literasi keuangan, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan.

“BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan,” terangnya.

Menurut Dhanny, dukungan tersebut diarahkan agar penghasilan dan remitansi yang diperoleh PMI dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

Pemanfaatannya dapat mencakup kebutuhan keluarga, pembentukan tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga modal usaha yang dapat dikembangkan di Indonesia.

Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan PMI diharapkan tidak berhenti ketika masa kerja di luar negeri selesai.

Tujuan akhirnya adalah memastikan PMI kembali ke Tanah Air dengan kondisi yang lebih siap, baik dari sisi keterampilan maupun kemampuan mengelola peluang ekonomi.

“BRI ingin memastikan bahwa apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya sekadar pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BRI Peduli PMI Taiwan pelatihan kewirausahaan pemberdayaan PMI TJSL BRI