Makin Mudah Transaksi, Makin Sulit Kaya? BRI Ungkap Bekal Finansial Anak Muda

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:37 WIB
BRI mendorong generasi muda membangun disiplin finansial, memahami investasi, menabung sejak dini, dan waspada terhadap penipuan digital. (BRI)
BRI mendorong generasi muda membangun disiplin finansial, memahami investasi, menabung sejak dini, dan waspada terhadap penipuan digital. (BRI)

RADAR SITUBONDO – Kemudahan transaksi digital bisa menjadi jebakan bagi generasi muda jika hanya dipakai untuk belanja. Di tengah gaya hidup yang semakin mudah diakses lewat layar ponsel, BRI mendorong anak muda membangun disiplin finansial sejak sebelum memiliki penghasilan agar uang tidak sekadar habis untuk konsumsi, tetapi berubah menjadi tabungan, investasi, dan aset masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Finance & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Achmad Royadi dalam Lampung Financial Festival 2026, Minggu (6/9/2026).

Menurut Achmad, tantangan finansial generasi muda saat ini bukan semata-mata mencari penghasilan. Persoalan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengelola penghasilan ketika transaksi, belanja, hiburan, hingga berbagai kebutuhan gaya hidup bisa dilakukan dengan begitu cepat melalui teknologi digital.

“Di BRI, kami percaya bahwa literasi keuangan sebaiknya diberikan bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri. Sehingga ketika mulai bekerja dan memperoleh penghasilan, mereka sudah memahami bagaimana mengalokasikannya, mulai dari kebutuhan, dana darurat, tabungan dan investasi, hingga lifestyle,” ujar Achmad.

Jangan Menabung dari Uang Sisa

Salah satu kebiasaan sederhana yang perlu dibangun adalah menyisihkan penghasilan di awal, bukan menunggu uang tersisa pada akhir bulan.

Pola tersebut membuat seseorang memiliki prioritas finansial sebelum uang habis untuk kebutuhan konsumsi dan gaya hidup.

Bagi generasi muda yang baru mulai memperoleh penghasilan, kebiasaan kecil itu bisa menjadi fondasi penting. Sebab, membangun kondisi finansial yang sehat bukan pekerjaan semalam.

Achmad menyebut setidaknya ada tiga bekal yang perlu dimiliki generasi muda, yakni financial discipline, financial knowledge, dan financial growth mindset.

Financial discipline berkaitan dengan kemampuan mengatur pengeluaran, menyisihkan penghasilan sejak awal, serta menyiapkan dana darurat.

Sementara financial knowledge mencakup pemahaman tentang tabungan, investasi, proteksi, hingga kredit. Bukan sekadar mengetahui produknya, tetapi juga memahami manfaat dan risiko setiap keputusan keuangan.

Adapun financial growth mindset mendorong anak muda untuk berpikir lebih jauh. Penghasilan hari ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekarang, tetapi juga dikelola agar mampu membangun aset dan memberikan nilai pada masa depan.

Semakin Dini, Semakin Panjang Waktu Mengembangkan Aset

Ada alasan mengapa kebiasaan menabung dan investasi perlu dimulai sedini mungkin.

Achmad menjelaskan, semakin awal seseorang mulai membangun kebiasaan tersebut, semakin panjang pula waktu yang tersedia untuk mengembangkan aset melalui efek compounding.

“Semakin awal kita mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding. Karena itu, membangun kebiasaan finansial yang baik sejak dini menjadi penting untuk mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Pesannya sederhana: tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan.

Justru ketika penghasilan masih terbatas, kebiasaan mengalokasikan uang secara disiplin dapat menjadi latihan sebelum jumlah penghasilan bertambah.

Teknologi Jangan Cuma Dipakai untuk Spending

Kemajuan teknologi keuangan juga menjadi bagian dari strategi BRI mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat.

BRI terus mengembangkan solusi digital melalui BRImo yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.

Namun, menurut Achmad, teknologi seharusnya tidak berhenti pada fungsi mempermudah pengeluaran.

“Teknologi jangan hanya dimanfaatkan untuk mempermudah spending. Gunakan kemudahan digital untuk membantu kita lebih disiplin dalam mengatur keuangan, menabung, berinvestasi, serta mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan,” lanjutnya.

Dengan kata lain, ponsel yang sama yang bisa digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan juga dapat menjadi alat untuk membangun kebiasaan finansial.

Makin Didesak, Makin Wajib Waspada

Di balik kemudahan layanan keuangan digital, terdapat risiko lain yang tidak boleh diabaikan: financial scam.

Achmad mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kepanikan, iming-iming keuntungan, maupun tekanan agar korban segera mengambil keputusan.

BRI mendorong masyarakat membiasakan prinsip “Stop, Check, Verify”.

Stop berarti tidak langsung bertindak ketika mendapatkan pesan yang membuat panik atau tergiur. Check dilakukan dengan memeriksa rekening dan transaksi melalui aplikasi resmi. Sedangkan Verify berarti melakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank ketika masih terdapat keraguan.

“Dalam menghadapi financial scam, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati. Pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko dan keamanan transaksi,” tambah Achmad.

Tak Harus Menunggu Kaya untuk Mulai

Literasi keuangan pada akhirnya bukan soal seberapa besar penghasilan seseorang. Yang lebih menentukan adalah bagaimana uang tersebut diperlakukan setelah diterima.

Generasi muda tidak harus menunggu gaji besar, kondisi ekonomi sempurna, atau memiliki modal besar untuk mulai menata keuangan.

Kebiasaan menyisihkan penghasilan, membangun dana darurat, memahami investasi dan proteksi, serta mengenali risiko transaksi digital dapat dimulai dari sekarang.

Achmad pun menutup pesannya dengan ajakan yang sederhana sekaligus tegas.

“Tidak perlu menunggu semuanya sempurna atau memiliki penghasilan besar untuk mulai mengelola keuangan dan berinvestasi. Semakin awal kita memulai, semakin panjang pula kesempatan untuk membangun aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding. Start small, start slow, but start now!”

Bagi generasi muda, pesan itu menjadi relevan di tengah dunia yang membuat belanja semakin mudah: jangan biarkan teknologi membuat uang semakin cepat keluar, tetapi manfaatkan teknologi agar masa depan finansial justru semakin terarah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
generasi muda financial scam investasi bri literasi keuangan