BRI Tegaskan Komitmen Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:00 WIB
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi.

RADAR BANYUWANGI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menutup Triwulan II 2026 dengan kinerja yang semakin solid. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), ketika penyaluran kredit melesat 16,2 persen dan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) justru turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen.

Kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi kredit, perbaikan kualitas aset, dan permodalan yang tetap kuat menjadi fondasi BRI untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan shareholder value secara berkelanjutan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, ekspansi kredit BRI secara konsolidasian tumbuh 16,2 persen yoy. Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas aset yang ditunjukkan oleh penurunan NPL menjadi 2,9 persen.

Di sisi lain, kemampuan permodalan BRI tetap terjaga. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 21,5 persen, lebih tinggi dibandingkan target jangka panjang perseroan yang menetapkan batas minimal 20 persen.

Posisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi BRI untuk melanjutkan ekspansi bisnis tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Menjaga Keseimbangan

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan kinerja hingga Triwulan II 2026 menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis jangka panjang.

Menurut dia, kebijakan mengenai dividend payout ratio tidak ditentukan hanya berdasarkan satu indikator. Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, hingga keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Achmad.

Pertumbuhan laba yang disertai ekspansi kredit dan perbaikan kualitas aset menjadi kombinasi penting dalam menjaga kapasitas BRI. Apalagi, peningkatan modal yang salah satunya berasal dari laba ikut memperkuat kemampuan perseroan dalam menopang pertumbuhan bisnis.

Dengan posisi modal yang tetap berada di atas target jangka panjang, BRI memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis sekaligus mengantisipasi kebutuhan permodalan di masa mendatang.

Bukan Sekadar Dividen

Bagi BRI, penciptaan nilai bagi pemegang saham memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar besaran dividen maupun capital gain.

Shareholder value juga tercermin dari kemampuan perseroan meningkatkan laba, memperkuat fundamental, menjaga kualitas aset, serta menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang.

Dalam kerangka tersebut, pertumbuhan modal menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal. Laba yang berhasil dibukukan tidak hanya memberikan manfaat bagi pemegang saham, tetapi juga dapat memperkuat kapasitas BRI dalam membiayai ekspansi dan menangkap peluang bisnis baru.

“Yang terpenting, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang fundamental yang semakin kuat,” kata Achmad.

Menurut dia, kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan.

“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuhnya.

Modal untuk Tumbuh

Ke depan, BRI akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal.

Fundamental yang solid menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Sementara posisi permodalan yang memadai memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang. BRI akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham, memperkuat permodalan, serta menyediakan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” pungkas Achmad.

Dengan demikian, kinerja hingga Triwulan II 2026 bukan hanya berbicara mengenai laba Rp31,2 triliun. Di balik angka tersebut terdapat strategi BRI menjaga kualitas kredit, memperkuat modal, dan memastikan pertumbuhan hari ini menjadi fondasi bagi shareholder value yang lebih kuat pada masa mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Kinerja BRI Laba BRI Kredit BRI saham BRI bri