BRI Catat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp842,1 Triliun hingga Triwulan II 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:41 WIB
Pembiayaan sektor mikro dan UKM menjadi bagian terbesar dari portofolio pembiayaan sosial BRI yang mencapai Rp739,9 triliun hingga triwulan II 2026. (BRI)
Pembiayaan sektor mikro dan UKM menjadi bagian terbesar dari portofolio pembiayaan sosial BRI yang mencapai Rp739,9 triliun hingga triwulan II 2026. (BRI)

RADAR SITUBONDO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas penerapan keuangan berkelanjutan atau sustainable finance dalam strategi bisnisnya. Hingga akhir triwulan II 2026, pembiayaan yang berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan telah mencapai Rp842,1 triliun.

Nilai tersebut setara dengan sekitar 58 persen dari total portofolio kredit BRI. Capaian ini juga meningkat dibandingkan semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp802,4 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya porsi pembiayaan yang diarahkan tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Dari keseluruhan portofolio pembiayaan berkelanjutan, aspek sosial menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp739,9 triliun. Pembiayaan tersebut terutama disalurkan melalui sektor mikro yang memiliki porsi 60,4 persen, kemudian kredit usaha kecil dan menengah atau UKM sebesar 37,1 persen serta pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5 persen.

Besarnya pembiayaan kepada sektor mikro dan UKM membuat peran BRI dalam mendukung aktivitas usaha masyarakat semakin kuat. Sementara itu, pembiayaan perumahan bersubsidi diarahkan untuk membantu memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian.

Pada sektor lingkungan, portofolio pembiayaan BRI mencapai Rp102,2 triliun atau sekitar 7,1 persen dari total portofolio kredit. Pembiayaan ini mencakup berbagai kegiatan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta proses peralihan menuju ekonomi rendah karbon.

Salah satu porsi terbesar berasal dari sustainable land management yang mencapai 69,2 persen. Selain itu, pembiayaan juga mencakup energi baru terbarukan sebesar 6,5 persen, green transportation 3,1 persen, produk ramah lingkungan 4,5 persen, efisiensi energi 2,6 persen, serta kegiatan lingkungan lainnya.

Penguatan pembiayaan berkelanjutan tersebut juga diiringi dengan pengembangan sustainable wholesale funding. Hingga semester I 2026, nilainya mencapai Rp37,6 triliun, meningkat dari Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024.

Pendanaan tersebut berasal dari sejumlah instrumen, antara lain green bond, social bond, sustainability-linked loan dan social loan. Social loan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 38 persen, disusul social bond 26,6 persen, sustainability-linked loan 23,8 persen, green bond 3,7 persen, serta instrumen lainnya 7,9 persen.

Melalui skema tersebut, BRI berupaya menghubungkan sumber pendanaan dengan penyaluran pembiayaan yang memiliki kriteria sosial maupun lingkungan. Penggunaan dana juga dilengkapi pengukuran dampak melalui impact report, sehingga manfaat pembiayaan dapat dipantau dan dilaporkan kepada investor.

Dampak pembiayaan sosial, misalnya, terlihat dari pemanfaatan dana Social Bond BRI. Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, dana tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Sementara dari sisi lingkungan, proceeds green bond BRI disebut berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO₂e per tahun. Pendanaan tersebut juga mendukung praktik sustainable land management melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO maupun RSPO.

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan, pengembangan sustainable finance akan terus menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap risiko serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Ke depan, BRI akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan. Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Mahdi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
sustainable finance pembiayaan berkelanjutan green financing umkm bri