Menembus Jalan Perkebunan, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Warga Ogan Komering Ilir

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:15 WIB
Mantri BRI Alifia Naura Nazifah menyusuri kawasan perdesaan di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, untuk menemui dan mendampingi debitur di tengah aktivitas perkebunan sawit dan karet. (BRI)
Mantri BRI Alifia Naura Nazifah menyusuri kawasan perdesaan di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, untuk menemui dan mendampingi debitur di tengah aktivitas perkebunan sawit dan karet. (BRI)

RADAR SITUBONDO - Akses layanan keuangan di wilayah perdesaan tidak selalu mudah dijangkau. Kondisi geografis, jarak antardesa, hingga jalan tanah yang berubah licin ketika hujan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat maupun petugas yang memberikan layanan secara langsung.

Situasi tersebut dijalani Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung. Dalam menjalankan tugasnya, ia mendatangi ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sebagian besar masyarakat yang ditemuinya menggantungkan penghasilan dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Di samping itu, terdapat pula warga yang menjalankan usaha toko sembako serta usaha manisan.

Dengan sepeda motor, Alifia menempuh perjalanan antardesa untuk bertemu debitur, baik di rumah maupun di lokasi perkebunan. Pertemuan tersebut tidak hanya digunakan untuk membahas kebutuhan pembiayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan usaha secara langsung dan mendengarkan kendala yang dihadapi masyarakat.

Menurut Alifia, keputusan bergabung dengan BRI sebagai Mantri berangkat dari keinginannya untuk mengambil bagian dalam penguatan ekonomi masyarakat perdesaan.

“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Alifia.

Ia menilai luasnya jangkauan layanan BRI memberi ruang bagi seorang Mantri untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang membutuhkan akses permodalan.

Dalam membangun hubungan dengan warga, Alifia mengedepankan komunikasi yang dekat dan pendekatan yang memahami kondisi setempat. Baginya, kepercayaan tidak cukup dibangun melalui hubungan formal antara nasabah dan lembaga keuangan.

“Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka,” ungkapnya.

Kedekatan dengan masyarakat kemudian membantu Alifia memahami kebutuhan pembiayaan secara lebih kontekstual. Berdasarkan materi yang disampaikan, pembiayaan melalui KUR dan Kupedes dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja dan investasi hingga peremajaan lahan perkebunan.

Medan perjalanan menjadi bagian lain dari tantangan pekerjaan tersebut. Ketika akses menuju lokasi debitur sulit dilalui, Alifia terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberadaan debitur sebelum perjalanan ke lapangan dilakukan.

Bagi Alifia, aktivitas tersebut pada akhirnya tidak hanya membentuk pengalaman profesional, tetapi juga memberikan pelajaran personal. Interaksi dengan ratusan debitur membuatnya melihat bahwa setiap kebutuhan pembiayaan memiliki cerita dan harapan yang berbeda.

“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pengalaman Alifia menggambarkan kedekatan peran Mantri dengan kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan. Menurutnya, interaksi langsung membantu BRI memahami perkembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat upaya memperluas inklusi keuangan.

“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung,” kata Dhanny.

Ia menambahkan, kedekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan BRI dalam menghadirkan layanan dan pembiayaan yang relevan bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Inklusi Keuangan Mantri BRI Ogan Komering Ilir pembiayaan UMKM bri