RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026). Di hari yang sama, rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat. Di BCA, kurs jual USD pada pukul 17.45 WIB tercatat Rp17.715 per dolar.
Pelantikan Suahasil berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore. Ia ditunjuk melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Pergantian tersebut terjadi ketika nilai tukar rupiah masih berada di level yang menjadi perhatian pasar. Berdasarkan data perdagangan Senin (14/9), rupiah ditutup pada Rp17.669 per dolar AS, melemah 58 poin atau 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.611.
Baca Juga: Rencana Pemerintah Bikin Rekening untuk 200 Juta Warga Indonesia
Dolar di BCA di Level Rp17.715
Bagi masyarakat yang membutuhkan dolar melalui perbankan, angkanya bahkan terlihat lebih tinggi. Mengacu data e-Rate BCA pukul 17.45 WIB pada Senin (14/9), kurs USD berada di level Rp17.615 untuk beli dan Rp17.715 untuk jual.
Artinya, nasabah yang membeli 1 dolar AS dari BCA pada kurs tersebut membutuhkan sekitar Rp17.715. Untuk US$100, nilainya mencapai sekitar Rp1,77 juta, sedangkan US$1.000 setara sekitar Rp17,72 juta.
Angka kurs bank memang berbeda dengan kurs tengah atau nilai tukar di pasar karena terdapat perbedaan antara harga beli dan jual valuta asing. Sebagai pembanding, data pasar pada akhir perdagangan hari ini menempatkan rupiah di kisaran Rp17.669 per dolar AS.
Baca Juga: Profil Lengkap Menkeu Baru Suahasil Nazara, Harta Kekayaan Melebihi Purbaya
Suahasil Masuk Saat Rupiah Jadi Sorotan
Masuknya Suahasil ke kursi Menteri Keuangan membuat perhatian terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah semakin besar.
Suahasil bukan wajah baru di Kementerian Keuangan. Ia telah menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Karena itu, pergantian Purbaya kepada Suahasil dinilai lebih sebagai pergantian figur dengan kesinambungan kebijakan ketimbang membawa orang yang sama sekali baru.
Chief Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menilai pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan dapat membantu proses transisi dan memberikan sinyal kesinambungan kebijakan fiskal. Namun, pergantian Menteri Keuangan tetap menjadi perhatian pelaku pasar.
Baca Juga: Purbaya Dicopot Digantikan Suahasil Nazara, Setahun Menjabat Segini Hartanya Sekarang
Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan pengalaman Suahasil merupakan faktor positif bagi kesinambungan kebijakan karena ia telah memahami kebijakan fiskal dan koordinasi dengan Bank Indonesia.
Meski demikian, Trioksa menilai pergantian Menteri Keuangan tetap berpotensi memicu volatilitas rupiah dan pasar obligasi dalam jangka pendek karena investor perlu melihat kembali arah kebijakan fiskal pemerintah.
Suahasil Bicara Soal Pasar dan APBN
Setelah dilantik, Suahasil sendiri tidak menganggap pergantian dirinya sebagai perubahan besar dalam tubuh Kementerian Keuangan.
"Ini bukan perubahan, ini adalah kelanjutan saja," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Senin (14/9), seperti dikutip Tirto.
Ia juga mengatakan mendapat arahan dari Prabowo untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Menurut Suahasil, prioritasnya adalah memastikan APBN tetap kredibel, mendukung program pemerintah, sekaligus membantu pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel," ujar Suahasil. Ia juga menegaskan defisit APBN akan dijaga di bawah batas 3 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Bukan Sekadar Soal Angka Rp17.715
Posisi rupiah terhadap dolar menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan berada dalam radar Menteri Keuangan baru.
Namun, nilai tukar bukan sepenuhnya berada di tangan Menteri Keuangan. Pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global, kebijakan moneter Bank Indonesia, dolar AS, arus modal, serta persepsi investor terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia.
Karena itu, kurs Rp17.715 di BCA pada hari pelantikan Suahasil tidak bisa disebut sebagai akibat dari pergantian Menteri Keuangan.
Yang bisa dicatat adalah momen keduanya terjadi bersamaan: Suahasil mengambil sumpah sebagai Menteri Keuangan baru, sementara rupiah mengakhiri perdagangan di sekitar Rp17.669 per dolar AS dan kurs jual dolar BCA berada di Rp17.715.
Kini perhatian pasar beralih kepada langkah pertama Suahasil setelah menduduki kursi bendahara negara.
Pasar tidak hanya akan melihat siapa yang menggantikan Purbaya, tetapi juga apakah Suahasil mampu menjaga kredibilitas APBN, stabilitas fiskal, dan kepercayaan investor ketika rupiah masih berada di level Rp17 ribuan terhadap dolar.
Editor : Agung Sedana