BRI Borong 4 Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026, Laba Tembus Rp31,2 Triliun

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:49 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. BRI meraih empat penghargaan dalam Fortune Indonesia 100 2026, termasuk mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia selama lima tahun berturut-turut. (BRI)
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. BRI meraih empat penghargaan dalam Fortune Indonesia 100 2026, termasuk mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia selama lima tahun berturut-turut. (BRI)

RADAR SITUBONDO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memborong empat penghargaan dalam Fortune Indonesia 100 2026. Salah satunya, predikat Top Fortune 100 Indonesia yang berhasil dipertahankan selama lima tahun berturut-turut.

Tiga penghargaan lainnya adalah Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap.

Pemeringkatan Fortune Indonesia 100 menggunakan sejumlah indikator utama, antara lain pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, dan kapitalisasi pasar.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan nasabah dan seluruh pekerja BRI atau Insan BRILiaN dalam menjalankan transformasi perseroan.

“Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat mesin pertumbuhan perseroan secara menyeluruh, mulai dari struktur pendanaan, kapabilitas digital, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan baru guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.

Melalui BRIvolution Reignite, BRI menjalankan dua pilar utama yang ditopang enam enabler. Transformasi itu diarahkan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan agar lebih efisien dan stabil. Strateginya dilakukan melalui penguatan current account saving account (CASA) serta peningkatan kapabilitas transaction banking.

Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti BRI. Pada saat yang sama, perseroan mengembangkan consumer banking sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru.

“BRIvolution Reignite kami jalankan untuk memastikan BRI tidak hanya tumbuh semakin besar, tetapi juga semakin kuat dan produktif. Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjut Hery.

Hingga akhir triwulan II 2026, BRI Group membukukan laba bersih Rp31,2 triliun. Angka itu tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kredit dan pembiayaan yang naik 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) BRI berada di kisaran 2,7 persen. Sementara itu, return on equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026.

BRI juga mencatatkan posisi di tingkat regional. Dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia. BRI juga berada di posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Hery Gunardi Fortune Indonesia 100 2026 BRIvolution Reignite kinerja BRI 2026 bri