BRI inFrame 2026 Dibuka, Bidik Potret Ekonomi Kerakyatan dari UMKM hingga Pesisir

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:29 WIB
Aktivitas pelaku usaha menjadi salah satu gambaran ekonomi kerakyatan yang diangkat dalam kompetisi fotografi BRI inFrame 2026. Ajang ini mengusung tema “Potret Ekonomi Kerakyatan” dengan subtema ultra mikro dan UMKM, inklusi dan digitalisasi keuangan, serta ekonomi pesisir. (BRI)
Aktivitas pelaku usaha menjadi salah satu gambaran ekonomi kerakyatan yang diangkat dalam kompetisi fotografi BRI inFrame 2026. Ajang ini mengusung tema “Potret Ekonomi Kerakyatan” dengan subtema ultra mikro dan UMKM, inklusi dan digitalisasi keuangan, serta ekonomi pesisir. (BRI)

RADAR SITUBONDO - BRI kembali menggelar kompetisi fotografi BRI inFrame 2026. Ajang ini mengajak jurnalis, masyarakat umum, dan Insan BRILiaN merekam beragam wajah ekonomi kerakyatan di Indonesia melalui karya fotografi.

Memasuki penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2024, BRI inFrame 2026 resmi dimulai pada 14 September 2026. Tahun ini, kompetisi mengangkat tema besar “Potret Ekonomi Kerakyatan”.

Tema tersebut dibagi menjadi tiga subtema, yakni Geliat Ultra Mikro & UMKM, Inklusi dan Digitalisasi Keuangan, serta Ekonomi Pesisir.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, ekonomi kerakyatan dapat dilihat dari berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari. Mulai pelaku usaha ultra mikro dan UMKM yang mengembangkan usaha, masyarakat yang semakin mudah mengakses layanan keuangan, hingga komunitas pesisir yang menggerakkan perekonomian daerah.

“Ekonomi kerakyatan memiliki begitu banyak cerita yang terjadi setiap hari di sekitar kita. Ada pelaku usaha yang terus bertumbuh, masyarakat yang semakin mudah mengakses layanan keuangan, hingga komunitas pesisir yang menggerakkan perekonomian dari wilayahnya masing-masing,” ujar Dhanny.

Menurut dia, BRI inFrame 2026 menjadi sarana untuk melihat lebih dekat sekaligus mendokumentasikan beragam cerita tersebut melalui fotografi.

Fotografi, lanjut Dhanny, memiliki kekuatan untuk menghadirkan realitas ekonomi dari sudut pandang yang lebih dekat dan manusiawi. Foto tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga dapat menangkap proses, perjuangan, perubahan, hingga optimisme masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, BRI inFrame 2026 tidak hanya diposisikan sebagai kompetisi fotografi. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi ruang dokumentasi tentang perkembangan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui subtema Geliat Ultra Mikro & UMKM, peserta dapat merekam aktivitas produktif pelaku usaha yang menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.

Sementara itu, subtema Inklusi dan Digitalisasi Keuangan mengangkat perubahan cara masyarakat mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan.

Adapun subtema Ekonomi Pesisir berfokus pada kehidupan dan aktivitas produktif masyarakat yang bertumpu pada potensi ekonomi wilayah pesisir.

“Setiap daerah memiliki cerita dan karakter ekonomi yang berbeda. Kami ingin melihat ekonomi kerakyatan dari sebanyak mungkin perspektif. Karya-karya yang lahir dari BRI inFrame diharapkan tidak hanya memiliki kekuatan visual, tetapi juga mampu membawa cerita mengenai optimisme masyarakat Indonesia,” kata Dhanny.

Masyarakat yang ingin mengikuti BRI inFrame 2026 dapat memperoleh informasi mengenai ketentuan, kategori, dan mekanisme kompetisi melalui laman bit.ly/lombafotoBRI2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Ekonomi Kerakyatan BRI inFrame 2026 lomba foto BRI umkm bri