RADAR SITUBONDO – Berawal dari konter pulsa sederhana, Agus Purwanto kini mampu melayani hingga 50 transaksi keuangan setiap hari. BRILink Agen Agus Purwanto di Gintungan, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Semarang, menjadi salah satu akses layanan perbankan yang dekat dengan aktivitas warga, terutama untuk setor dan tarik tunai.
Konter yang sebelumnya hanya menjual pulsa dan sejumlah kebutuhan sembako itu mulai berkembang setelah Agus memutuskan menjadi BRILink Agen pada akhir 2019. Keputusan tersebut berawal dari masukan pelanggan yang melihat kebutuhan layanan transaksi perbankan di lingkungan sekitar.
“Awalnya usaha konter pulsa, sedikit sembako, kemudian menjadi BRILink Agen. Saya tertarik karena banyak pelanggan konter yang menyarankan untuk membuka layanan BRILink,” kata Agus.
Sejak menjadi agen, aktivitas di konternya semakin ramai. Warga tidak hanya datang untuk membeli pulsa atau kebutuhan sehari-hari, tetapi juga melakukan berbagai transaksi perbankan.
Setor tunai dan tarik tunai menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan pelanggan. Dalam sehari, Agus bisa melayani hingga 50 transaksi.
Untuk memberikan kemudahan bagi warga, BRILink Agen Agus Purwanto buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00. Waktu operasional yang panjang membuat masyarakat memiliki pilihan bertransaksi sebelum maupun setelah menjalankan aktivitas harian.
Bukan Sekadar Tempat Transaksi
Bagi Agus, menjadi BRILink Agen bukan sekadar memperluas usaha. Kehadiran layanan tersebut juga membuatnya semakin dekat dengan berbagai kebutuhan warga di lingkungannya.
Masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan untuk mendapatkan layanan transaksi perbankan kini memiliki alternatif yang lebih dekat. Konter Agus menjadi titik layanan yang menyatu dengan aktivitas sehari-hari warga.
Peran tersebut kemudian berkembang. Agus tidak hanya membantu pelanggan melakukan transaksi, tetapi juga ikut mengingatkan warga ketika menghadapi dugaan penipuan.
Menurut dia, modus penipuan yang muncul di tengah masyarakat cukup beragam. Pelaku bisa mengaku sebagai petugas bank atau mengabarkan anggota keluarga korban mengalami kecelakaan. Korban kemudian diminta segera mengirimkan sejumlah uang.
Dalam kondisi seperti itu, Agus meminta pelanggan tidak terburu-buru mengikuti instruksi pihak yang tidak dikenal.
“Selama menjadi agen, saya sudah beberapa kali membantu menggagalkan penipuan dengan berbagai modus. Kalau ada yang seperti itu, saya biasanya langsung bilang jangan mudah percaya dan jangan terpancing,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat fungsi konter semakin luas. Tempat yang awalnya hanya menjadi lokasi jual beli pulsa dan kebutuhan harian kini juga menjadi tempat warga mendapatkan akses transaksi keuangan sekaligus pengingat untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan.
Dorong Akses Keuangan Lebih Dekat
Perjalanan Agus menunjukkan bagaimana layanan agen perbankan dapat tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat. Dari usaha kecil di tingkat lingkungan, BRILink berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberadaan BRILink Agen merupakan bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan keuangan di berbagai wilayah.
“BRILink Agen tidak hanya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para agen dan lingkungan di sekitarnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas,” ujar Dhanny.
Bagi Agus, perjalanan sejak akhir 2019 menjadi BRILink Agen memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan usaha. Konter yang semula sederhana kini tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga salah satu titik layanan keuangan yang dimanfaatkan warga setiap hari.
Puluhan transaksi yang berlangsung dari pagi hingga malam menjadi gambaran bagaimana kebutuhan layanan keuangan terus hadir di tengah aktivitas masyarakat. Di balik meja konter, Agus pun menjalankan peran ganda: membantu warga bertransaksi sekaligus mengingatkan mereka agar tetap waspada terhadap penipuan. (*)
Editor : Ali Sodiqin