BRI Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Peserta Dibekali Skill hingga Magang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Peserta mengikuti pelatihan dalam Program BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan kerja dan kewirausahaan sebelum mengikuti pemagangan selama tiga bulan. (BRI)
Peserta mengikuti pelatihan dalam Program BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan kerja dan kewirausahaan sebelum mengikuti pemagangan selama tiga bulan. (BRI)

RADAR SITUBONDO – Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas terus diperluas. BRI kembali menggelar Program BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 dengan membekali peserta keterampilan kerja hingga pengalaman magang.

Memasuki tahun kelima, program tersebut kali ini berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 90 penyandang disabilitas mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan sekaligus membuka peluang mereka masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

Pelatihan digelar secara hibrida dengan dua fokus utama, yakni administrasi perkantoran dan kewirausahaan.

Dalam pelatihan administrasi perkantoran, peserta mempelajari sejumlah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Mulai struktur perusahaan, pelayanan pelanggan, Microsoft Office, hingga desain grafis.

Sementara itu, pelatihan kewirausahaan diarahkan untuk membangun mental serta karakter sebagai pelaku usaha. Peserta juga mendapatkan materi yang dapat mendukung pengembangan UMKM, termasuk pengalaman dari sejumlah tokoh yang diharapkan dapat memotivasi mereka dalam menjalankan usaha.

Salah seorang peserta, Andi Asrul, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. Terutama terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran dan promosi produk.

“Ada banyak sekali ilmu yang bisa saya petik dari kegiatan ini, terutama dalam penggunaan digital untuk berwirausaha. Bagi kaum milenial seperti saya, khususnya teman-teman disabilitas, ini sangat membantu, terutama dalam pemasaran ataupun promosi produk,” ujar Andi.

Peserta lainnya, Syaiful, berharap kolaborasi melalui BRI Sahabat Disabilitas dapat terus berlanjut. Dengan begitu, manfaat program bisa menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.

“Semoga kolaborasi BRI Sahabat Disabilitas terus bertumbuh. Semoga setiap langkah kecil hari ini menjadi lompatan besar untuk kita semua penyandang disabilitas. Percaya pada diri sendiri dan jangan malu dengan kekurangan kita,” katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI Peduli Sahabat Disabilitas dirancang untuk memberikan ruang kepada penyandang disabilitas agar terus meningkatkan kapasitas mereka.

Tidak hanya melalui pengetahuan, peserta juga diberi kesempatan mengasah keterampilan serta memperoleh pengalaman yang relevan untuk menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun aktivitas ekonomi lainnya.

“Melalui BRI Peduli Sahabat Disabilitas, BRI berupaya membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan kapasitas, mengasah keterampilan, serta memperoleh pengalaman yang relevan,” ujar Dhanny.

Menurut dia, manfaat program diharapkan tidak berhenti dalam jangka pendek. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi maupun sosial.

Program BRI Sahabat Disabilitas telah dijalankan sejak 2021. Hingga kini, sebanyak 460 penyandang disabilitas di berbagai wilayah Indonesia telah menerima manfaat dari program tersebut.

Keberlanjutan program selama lima tahun menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas akses penyandang disabilitas terhadap keterampilan dan pengalaman kerja.

Dhanny menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Pelatihan pun bukan menjadi akhir rangkaian program. Setelah menyelesaikan tahap tersebut, peserta akan mengikuti pemagangan selama tiga bulan, yakni pada September hingga November 2026.

Program magang dilaksanakan di sejumlah instansi, UMKM, dan universitas yang bekerja sama dengan BRI. Melalui skema itu, peserta diharapkan memiliki kesempatan menerapkan keterampilan yang telah diperoleh sekaligus mengenal lingkungan kerja secara langsung.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BRI Peduli BRI Sahabat Disabilitas penyandang disabilitas kesempatan kerja inklusif pelatihan kerja