Dari Warung Sederhana, Erni Raup Pendapatan Dua Kali Lipat Berkat BRILink

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:30 WIB
Erni sukses menggandakan pendapatan warung lewat BRILink Agen BRI sejak 2015. Kini, ia melayani 6.000 transaksi per bulan di Sumatera Barat. (Foto: BRI)
Erni sukses menggandakan pendapatan warung lewat BRILink Agen BRI sejak 2015. Kini, ia melayani 6.000 transaksi per bulan di Sumatera Barat. (Foto: BRI)

RADAR BANYUWANGI – Berawal dari warung sederhana di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Erni berhasil meningkatkan pendapatan usahanya hingga dua kali lipat setelah bergabung sebagai BRILink Agen pada 2015. Kini, ia melayani sekitar 6.000 transaksi per bulan, sekaligus membantu warga mengakses layanan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan belasan kilometer ke kantor bank terdekat.

Kisah Erni menjadi gambaran bagaimana perluasan akses layanan keuangan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah. Melalui BRILink Agen, warung yang semula hanya menjadi tempat warga berbelanja kebutuhan sehari-hari berkembang menjadi titik layanan transaksi perbankan yang semakin dibutuhkan masyarakat.

Perjalanan itu bermula ketika akses layanan perbankan belum semudah sekarang. Saat menjalankan warung di Lareh Sago Halaban, Erni melihat warga harus menempuh jarak belasan kilometer untuk mencapai Unit Kerja BRI terdekat. Kondisi tersebut membuat transaksi perbankan membutuhkan waktu dan biaya perjalanan tersendiri.

Peluang pun datang ketika Mantri BRI setempat menawarkan Erni untuk bergabung sebagai BRILink Agen pada 2015. Dengan memanfaatkan mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI, ia dapat melayani kebutuhan transaksi perbankan warga dari warungnya sendiri.

Erni menerima tawaran tersebut bukan sekadar untuk menambah layanan usaha. Ia melihat kesempatan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses transaksi yang lebih dekat, praktis, dan mudah dijangkau.

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Erni Bangun Kepercayaan Warga

Untuk memperkenalkan layanan BRILink Agen, Erni menggunakan pendekatan sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat. Salah satunya dengan membawa mesin EDC ke pengajian mingguan, terutama menjelang waktu pembayaran tagihan listrik.

Cara tersebut membuat warga dapat mengenal layanan BRILink Agen sekaligus merasakan langsung kemudahannya. Mereka tidak harus selalu pergi jauh untuk memenuhi kebutuhan transaksi tertentu karena layanan sudah tersedia di lingkungan sendiri.

Seiring waktu, kepercayaan masyarakat tumbuh. Warga yang sebelumnya belum terbiasa bertransaksi melalui agen mulai memanfaatkan layanan untuk transfer, membayar tagihan, dan berbagai kebutuhan transaksi perbankan lainnya.

Kebiasaan itu kemudian mendorong peningkatan aktivitas transaksi di outlet Erni. Keberadaan BRILink Agen tidak hanya melengkapi usaha warungnya, tetapi juga menghadirkan sumber pendapatan tambahan yang berdampak langsung terhadap ekonomi keluarganya.

“Sekarang rata-rata sekitar 6.000 transaksi per bulan, karena di tempat saya dikasih dua unit mesin EDC oleh BRI Padang. Sebelum jadi agen, pendapatan warung saya sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per bulan. Setelah jadi BRILink Agen, alhamdulillah pendapatan saya sudah naik dua kali lipat,” tutur Erni.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha berbasis kebutuhan masyarakat dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Warga memperoleh kemudahan mengakses layanan keuangan, sedangkan Erni mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya.

BRILink Agen Perluas Inklusi Keuangan hingga Tingkat Desa

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober menjadi kesempatan bagi BRI untuk memperkuat komitmen dalam memperluas akses layanan keuangan yang mudah, dekat, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Dhanny, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan wilayah yang relatif jauh dari kantor bank.

Kehadiran agen tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat.

“Dalam konteks tersebut, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh dari kantor bank. Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, tetapi diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Dhanny.

Kisah Erni menegaskan bahwa inklusi keuangan bukan hanya tentang menghadirkan layanan perbankan di lebih banyak wilayah. Ketika layanan tersebut dikelola sesuai kebutuhan masyarakat, peluangnya dapat berkembang menjadi penggerak usaha lokal, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendekatkan akses ekonomi kepada warga yang sebelumnya menghadapi keterbatasan jarak. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Inklusi Keuangan BRILink Agen BRI Pendapatan usaha Erni Agen BRILink Sumbar Transaksi perbankan desa