RADAR SITUBONDO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih dua penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2026, sekaligus menegaskan strategi perseroan yang memadukan pertumbuhan laba, transformasi bisnis, dan pemberdayaan UMKM. Capaian ini ditopang kinerja semester I 2026 dengan laba bersih Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan, serta penyaluran kredit yang mencapai Rp1.645,5 triliun hingga akhir Juni 2026.
Dua penghargaan tersebut diberikan dalam ajang BIFA 2026 di Raffles Hotel, Jakarta, Senin (12/10). Pengakuan ini mencerminkan kinerja BRI dalam menjaga profitabilitas sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi meraih penghargaan Best CEO – MSME Ecosystem Transformation Champion & Leadership Award. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi perusahaan agar semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Sementara itu, BRI memperoleh penghargaan Excellent Profitable State-Owned Bank 2026 sebagai pengakuan atas kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas dan memperkuat fundamental bisnis di tengah dinamika industri perbankan.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi hadir dalam ajang penghargaan tersebut. Bagi BRI, dua apresiasi ini menjadi penegasan bahwa transformasi bisnis perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Laba BRI Tumbuh 17,5 Persen, Kredit Capai Rp1.645,5 Triliun
Kinerja keuangan menjadi salah satu penopang pencapaian BRI sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp31,2 triliun, meningkat 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.645,5 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 16,2 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, kredit yang disalurkan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, meningkat 8,6 persen YoY.
Besarnya penyaluran kredit ke sektor UMKM menunjukkan posisi segmen tersebut dalam strategi bisnis BRI. Selain menjaga pertumbuhan pembiayaan, perseroan berupaya memperluas kesempatan pelaku usaha untuk memperoleh akses keuangan formal dan meningkatkan kapasitas bisnis.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, penghargaan yang diterima perusahaan merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh insan BRI dalam menjalankan transformasi perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh insan BRI dalam menjalankan transformasi perusahaan. Kami ingin terus memperkuat peran BRI, bukan hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, mengembangkan skala bisnisnya, hingga mampu naik kelas. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan fundamental dan penciptaan nilai bagi masyarakat,” ujar Hery.
Pernyataan tersebut menegaskan arah transformasi BRI yang tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi melalui dukungan pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan usaha.
Holding Ultra Mikro Layani 33,8 Juta Nasabah Pinjaman
Upaya memperluas inklusi keuangan juga dilakukan melalui penguatan ekosistem Holding Ultra Mikro. Hingga Juni 2026, ekosistem tersebut telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan.
Pada periode yang sama, sebanyak 2,3 juta debitur tercatat berhasil naik kelas. Pencapaian ini mencerminkan upaya memperluas akses pembiayaan formal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk meningkatkan skala bisnis.
Melalui integrasi layanan keuangan dan pemberdayaan, BRI berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan sesuai kebutuhan usahanya. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha membangun kapasitas, memperkuat keberlanjutan bisnis, dan berkembang ke segmen yang lebih tinggi.
Bagi pelaku usaha ultra mikro, akses terhadap layanan keuangan formal menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha. Karena itu, integrasi pembiayaan dengan pendampingan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem UMKM.
Desa BRILiaN hingga LinkUMKM Perluas Pemberdayaan Usaha
Selain melalui pembiayaan, BRI menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, sedangkan program Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44.000 klaster usaha.
BRI juga memperluas jangkauan pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM by BRI yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596.000 pelaku usaha.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu UMKM meningkatkan kompetensi, memperluas akses pasar, serta mengembangkan skala usaha. Dengan dukungan yang terintegrasi, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Pengembangan ekosistem ini menjadi bagian dari strategi BRI untuk memperkuat hubungan antara layanan perbankan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Peran tersebut dinilai penting karena UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
BIFA 2026 Soroti Kinerja, Inovasi, dan Inklusi Keuangan
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo mengatakan, BIFA 2026 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan jasa keuangan yang mampu mempertahankan kinerja finansial sekaligus beradaptasi dengan perubahan industri.
Menurut dia, penilaian terhadap institusi keuangan juga mencakup kemampuan melakukan transformasi digital, memperkuat inklusi keuangan, serta menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) dalam strategi bisnis.
“BIFA 2026 adalah apresiasi bagi institusi keuangan yang mampu menunjukkan ketangguhan, kinerja berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi. Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi industri keuangan untuk terus berinovasi serta memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujar Arif.
Memasuki penyelenggaraan ke-18, BIFA kembali memberikan apresiasi kepada institusi jasa keuangan atas kinerja, inovasi, dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Bagi BRI, dua penghargaan yang diterima dalam ajang tersebut mempertegas pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pemberdayaan UMKM. Tantangan berikutnya adalah memastikan transformasi perusahaan terus menghasilkan kinerja yang sehat sekaligus memperluas manfaat layanan keuangan bagi masyarakat.
Dengan dukungan pembiayaan, ekosistem ultra mikro, serta program pemberdayaan yang menjangkau jutaan pelaku usaha, BRI menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjangnya. (*)