RadarSitubondo.id - Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer rahem (RSAR) Situbondo terus melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
Terbaru, rumah sakit plat merah ini membuka layanan rawat inap jiwa. Peresmiannya dilakukan oleh Sekda Wawan Setiawan Sabtu (2/3) lalu di halaman rumah sakit.
Layanan rawat inap jiwa RS dr Abdoer Rahem aktif beroperasi sejak dilaunching. Sekda Wawan Setiawan mengatakan, fasilitas ruang rawat inap jiwa RSUD dr Abdoer Rahem tidak kaleng-kaleng.
Ruang khusus yang disediakan berkapasitas belasan orang sangat layak dan aman. Bahkan ditangani oleh dokter yang memiliki keahlian dalam menangani pasien sakit jiwa.
"Kalau dilihat dari bangunan dan ruangan inap jiwa itu sangat representatif, sangat layak dan aman. Apalagi dokter yang merawat sudah profesional," ujarnya, Minggu (3/3) kemarin.
Pria yang akrab disapa Wawan itu menyatakan, pelayanan jiwa memudahkan masyarakat berobat di daerah sendiri dari pada harus ke luar daerah.
Makanya, sejak sekarang masyarakat yang membutuhkan pelayanan tersebut cukup datang langsung ke RSAR.
"Untuk poli jiwa ini yang pertama di Kabupaten Situbondo. Sehingga masyarakat yang mengalami gangguan jiwa bisa dirawat di sini," katanya.
Dikatakan, pengidap penyakit gangguan jiwa bisa disembuhkan. Itu jika cara penanganannya tepat.
“Jadi peluang untuk sembuh sangat memungkinkan. Dengan perawatan yang baik maka pasien dengan ganguan jiwa bisa sembuh sebagaimana sedia kala," tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSAR dr. Roekmy Prabarini Ario mengatakan, layanan rawat inap jiwa yang diberi nama Anjasmoro itu menyediakan 13 bed. Fasilitas tersebut diletakkan pada masing-masing ruangan khusus.
"Dari 13 bed itu diletakkan pada beberapa tempat. Yakni tiga bed untuk pasien perempuan dan tiga bed untuk pasien laki-laki. Kemudian dua ruangan VIP bagi pasien yang jiwanya sudah tenang," ucapnya.
Sementara itu, RSAR juga mengembangkan sejumlah layanan baru. Seperti delta center untuk menangani masalah penyakit mulut, pemeriksaan gigi, cabut gigi dan lainnya yang ditangani oleh dokter spesialis gigi. (wan/pri/adv).
Editor : Salis Ali Muhyidin