Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kepercayaan Jawa Kuno, Benarkah Pamali Potong Kuku Malam Hari? Ini Penjelasannya

Muhammad Khoirul Rizal • Rabu, 24 April 2024 | 21:30 WIB
Ilustrasi memotong kuku. (ig @medannapoleon)
Ilustrasi memotong kuku. (ig @medannapoleon)

RadarSitubondo.id - Sebagian masyarakat Indonesia masih percaya dengan larangan leluhur.

Bahkan kepercayaan terhadap leluhur masih kental dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam aktivitas sehari-hari tidak terlepas dari pantangan atau larangan. Hal itu sudah menjadi kepercayaan turun temurun sebagian masyarakat Indonesia.

Bukannya hanya di Jawa, berbagai daerah lain juga banyak yang berpegang teguh pada kepercayaan leluhur.

Salah satu pantangan atau pamali yang dilakukan adalah aktivitas memotong kuku malam-malam.

Potong kuku malam-malam menurut kepercayaan Jawa Kuno dianggap sebagai pamali.

Dikutip dari Radar Malioboro, memotong kuku di malam hari dapat mengundang hal negatif.

Hal inilah yang kemudian menjadi pamali dan tidak boleh dilakukan.

Masih dikutip dari Radar Malioboro, larangan memotong kuku malam hari ada dalam bahasa 'Aja motong kuku ing wayah wengi, mundhak umur uripmu luwih cendhak'.

Itu berarti 'Jangan memotong kuku pada malam hari, karena akan membuat usia lebih pendek'.

Namun menurut penjelasan logika, memotong kuku di malam hari dapat berbahaya karena minim penerangan.

Bisa saja berpotensi membuat tangan menjadi luka saat memotong kuku.

Sebab, dahulu kala belum ada penerangan berupa aliran listrik seperti saat ini, oleh karenanya disebut minim penerangan. (*)

Editor : E. Irwan Suryanto
#kuno #malam hari #potong kuku #leluhur #indonesia #jawa #kepercayaan #pamali