Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bersumber Dari DBHCHT Rp 251 Juta, Dinkes Situbondo Bersama TP-PKK Salurkan PMT kepada Ribuan Anak Usia Dini

Iwan Feriyanto • Jumat, 7 Juni 2024 | 14:00 WIB
TURUN LANGSUNG: Ketua TP-PKK Kabupaten Situbondo, Hj. Juma’ati Karna Suswandi menyerahkan PMT pada anak usia dini di TK Hidayatullah, Desa Wonorejo, Banyuputih.
TURUN LANGSUNG: Ketua TP-PKK Kabupaten Situbondo, Hj. Juma’ati Karna Suswandi menyerahkan PMT pada anak usia dini di TK Hidayatullah, Desa Wonorejo, Banyuputih.

RadarSitubondo.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Hj. Juma'ati Karna Suswandi menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi pada ribuan anak usia dinii tingkat PAUD, Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) yang tersebar di wilayah Situbondo.

Dengan kegiatan ini diharapankan bisa mencukupi kebutuhan gizi anak sekaligus meminimalisir kasus stunting.

Pelaksanaan program pemberian makanan tambahan menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 251 juta tahun 2024.

Kepala Dinkes Situbondo, dr. Sandy Hendrayono mengatakan, pemberian makanan bergizi merupakan bentuk pelayanan dari Pemkab Situbondo pada masyarakat.

Ini untuk menjamin kesehatan anak terjaga sekaligus kebutuhan gizi untuk pertumbuhan anak bisa maksimal.

“Jadi kegiatan ini untuk meningkatkan status gizi anak-anak kita. Agar tercapai pertumbuhan yang optimal sesuai dengan umur anak tersebut,” ujarnya, Kamis (6/6).

Dikatakan, selain memberikan makanan bergizi, anak-anak peserta kegiatan menerima sebuah bingkisan yang berisi makanan ringan dengan dilengkapi susu.

Sandy menyebutkan, gerakan pemberian PMT tidak hanya sekedar menyediakan makanan bergizi buat anak, namun juga menjadi ajang sosialisasi. Sehingga, masyarakat bisa lebih sadar pentingnya pemberian gizi bagi anak sejak usia dini.

“Upaya ini ada keberlanjutan. Tidak hanya anak itu menerima makanan saja, melainkan orang tau bagaimana memberikan makanan gizi yang baik di rumah,” jelasnya. 

Sandy berharap, sinergisitas antara pemerintah dan orang tua sangat penting. Sehingga, informasi yang diterima tentang manfaat asupan  makanan bergizi dapat diterapkan di rumah secara mandiri.

“Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir kasus stunting. Karena ketika kebutuhan gizi tercukupi, anak akan terhindar dari masalah stunting,” harapnya.

Sandy menambahkan, pemberian PMT tidak hanya dilakukan tahun ini saja. Tapi, sudah beberapa tahun lalu.

Bahkan ke depan pemerintah akan kembali menggelar program serupa demi pertumbuhan anak di Situbondo yang lebih baik.

“Untuk kebutuhan anggaran PMT menggunakan DBHCHT yang disedikan pemerintah sebesar Rp 251 juta,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #anak usia dini #dinkes #bagi hasil #gizi #DBHCHT #pkk #stunting #cukai tembakau